Bactoderm

Bactoderm

Obat

Pengertian

Bactoderm adalah obat antibiotik topikal (dioleskan pada kulit) yang mengandung Mupirocin. Bactoderm digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri pada kulit, misalnya impetigo (infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah), radang pada folikel rambut (folikulitis), dan bisul kronis yang terus kambuh. Infeksi yang muncul pada luka gores, lecet, atau luka jahitan juga umumnya bisa ditangani dengan obat ini. Bactoderm bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Penggunaan Bactoderm pada ibu hamil dan menyusui harus dikonsultasikan lebih lanjut dengan Dokter. Bactoderm tersedia dalam 2 bentuk sediaan yaitu salep dan krim.

Keterangan

  1. Bactoderm Krim

    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Topikal
    • Kandungan: Mupirocin 2 %
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Box, Tube @ 5 Gram dan 10 Gram.
    • Farmasi: Ikapharmindo Putramas
  2. Bactoderm Salep

    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Topikal
    • Kandungan: Mupirocin 2 %
    • Bentuk: Salep
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Box, Tube @ 10 Gram
    • Farmasi: Ikapharmindo Putramas

Kegunaan

Bactoderm digunakan untuk mengobati infeksi kulit akut karena bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Bactoderm termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan Dokter.

Aturan penggunaan Bactoderm:
Olekan Bactoderm krim atau salep tipis-tipis pada area yang terinfeksi, sebanyak 3 kali sehari. Untuk penggunaan Bactoderm salep durasi pengobatannya selama 10 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul selama penggunaan Bactoderm adalah:

  • Ruam
  • Rasa terbakar dan menyengat pada kulit
  • Gatal

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien yang hipersensitif terhadap Mupirocin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Bactroban ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Khusus
Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter