Pengertian

Benoson G krim merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit kulit seperti inflamasi pada dermatosis yang peka terhadap kortikosteroid dan disertai oleh infeksi sekunder oleh bakteri tertentu. Benoson G mengandung Betamethasone dan Gentamycin sulfate. Betamethasone adalah obat kortikosteroid oles yang dapat digunakan untuk mengatasi reaksi alergi atau mengurangi peradangan kulit akibat sejumlah kondisi, seperti eksim serta dermatitis. Betametason topikal bekerja dengan menghidupkan senyawa-senyawa alami yang berguna untuk meredakan gejala-gejala peradangan berupa pembengkakan dan kemerahan. gentamycin adalah antibiotika golongan aminoglikosida yang digunakan secara luas terutama untuk mengobati infeksi-infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif, seperti Pseudomonas, Proteus, Serratia. Dalam penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk Dokter.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiinfeksi Topikal dengan Kortikosteroid
  • Kandungan: Betamethasone valerate 1 mg, gentamicin sulfate 1 mg
  • Bentuk: Krim
  • Satuan penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 10 Gram
  • Farmasi: Bernofarm.

Kegunaan

Meredakan peradangan / inflamasi pada kulit atau mukosa dengan komplikasi infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan Pakai Benoson G krim: 2-3 x sehari, dioleskan tipis pada tempat yang sakit.

Efek Samping

Semua obat pasti memilki efek samping, hanya saja tidak semua orang akan merasakan efek samping yang sama. Benoson G memilki efek samping antara lain:

  • Rasa terbakar, gatal, iritasi, kekeringan
  • Folikulitis (peradangan yang terjadi pada folikel rambut atau tempat rambut tumbuh yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri)
  • Hipertrikosis (kondisi langka yang menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih di bagian tubuh seseorang)
  • Erupsi yang menyerupai jerawat
  • Hipopigmentasi (Hilangnya Pigmen Kulit)
  • Dermatitis kontak alergi (peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit, atau merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu)
  • Infeksi sekunder
  • Atrofi kulit (Penipisan Kulit)
  • Miliaria (Biang Keringat).

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien yang menderita Hipersensitif.