Pengertian

Bepanthen merupakan salep digunakan dalam perawatan pengobatan ruam popok pada bayi, penyakit radang kulit pada bayi, kulit lecet pada bayi, iritasi kulit, puting susu lecet selama menyusui dan hamil, luka-luka yang terjadi pada bayi, dan penyakit kulit lainnya yang biasa dialami oleh bayi. Zat aktif yang terkandung di dalam obat ini adalah Dexpanthenol 5%.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Emolien, Pembersih & Pelindung Kulit
  • Kandungan: Dexpanthenol 5%
  • Bentuk: Salep
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube 20 gram
  • Farmasi: PT Bayer Indonesia.

Kegunaan

Kegunaan dari Bepanthen Salep adalah:

  • Sebagai pengobatan iritasi kulit pada bayi
  • Sebagai pengobatan pada ruam popok
  • Sebagai pengobatan lecet-lecet pada bayi
  • Sebagai pengobatan kulit kering dan pecah-pecah pada bayi
  • Sebagai pengobatan puting susu lecet pada ibu yang sedang menyusui.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Bepanthen adalah: Oleskan obat 1-2 kali dalam sehari pada bagian kulit yang terkena luka atau lecet. Untuk ibu menyusui obat bisa langsung digunakan setelah menyusui bayi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Bepanthen adalah:
1. Sesak nafas
2. Terjadinya alergi kulit
3. Pembengkakan mulut, ruam pada kulit, kulit kemerahan
4. Gangguan tidur, urtikartia (biduran), dan gatal-gatal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Bepanthen Salep pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hemofilia (gangguan ketika darah tidak membeku secara normal).
2. Pasien dengan penyumbatan usus (karena obstruksi mekanik).

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Bepanthen Salep ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.