Pengertian

Betamethasone adalah obat kortikosteroid oles atau sering disebut steroid topikal. Betamethasone digunakan untuk mengurangi peradangan kulit yang disebabkan oleh kondisi-kondisi seperti eksim (kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan dan rasa gatal), dermatitis (kondisi dimana kulit mengalami peradangan) dan alergi. Betamethasone akan meredakan gejala-gejala pembengkakan, gatal-gatal, dan kulit kemerahan. Obat ini hanya digunakan khusus untuk kulit. Sebaiknya tidak digunakan pada kulit di bagian wajah, selangkangan, dan ketiak, terkecuali Dokter Anda menyarankan demikian. Biasanya Betamethasone diberikan sebagai pengobatan jangka pendek. Jika digunakan dalam jangka waktu panjang, risiko munculnya efek samping akan meningkat. Pastikan untuk mengambil jeda waktu pada pemakaian jangka panjang.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosterioid Topikal
  • Kandungan: Betametason 0.1%
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 5 gram; Tube @ 10 gram; Tube @ 15 gram
  • Farmasi: Bernofarm; Kimia Farma; Tempo Scan; First Medifarma; Phapros; Lucas Djaja; Rama Emerald Multi Sukses.

Kegunaan

Betamethasone merupakan salep kulit yang digunakan untuk membantu masalah kulit, seperti kondisi-kondisi inflamasi, gatal-gatal pada kulit, psoriasis (penyakit peradangan pada kulit yang ditandai dengan bercak putih, perak, atau merah bersisik tebal di berbagai bagian tubuh terutama pada kaki, punggung bawah, lutut, siku), dermatitis, liken planus (ruam kulit yang gatal dan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh penderita).

Dosis & Cara Penggunaan

Betamethasone termasuk golongan obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep Dokter.

Aturan penggunaan: oles tipis pada luka 1-3 kali sehari selama 4 minggu atau hingga keadaan luka membaik.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Betamethasone antara lain:
1. Sensasi rasa panas atau terbakar
2. Rasa gatal-gatal, kulit kering
3. Penipisan kulit
4. Perubahan warna kulit
5. Kulit terlihat memar atau memerah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Betamethasone pada pasien yang memliki indikasi:

  • Infeksi yang tidak diobati (sistemik atau lokal).
  • Idiopatik Trombositopenik Purpura (kondisi dimana tubuh tidak memiliki cukup platelet/trombosit).

Interaksi Obat:
Berikut ini adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Betamethasone:

  • Peningkatan konsentrasi plasma ketika digunakan bersama penghambat CYP3A4 (ritonavir, itraconazole), dan kontrasepsi oral.
  • Penurunan efek terapi bila digunakan bersamaan dengan rifampisin, rifabutin, carbamazepine, fenobarbiton, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan efedrin.
  • Dapat menjadi antagonis agen hipoglikemik, antihipertensi, penghambat neuromuskuler (vecuronium), dan diuretik.
  • Dapat meningkatkan risiko hipokalaemia jika digunakan bersama acetazolamide, loop / diuretik thiazide, karbenoksolon, teofilin dan glikosida jantung.
  • Dapat menghambat efek pertumbuhan dari somatropin.
  • Dapat meningkatan risiko ruptur tendon jika digunakan bersama fluoroquinolon.
  • Dapat meningkatkan metabolisme quetiapine dan tretinoin.
  • Meningkatan risiko pendarahan saluran cerna saat digunakan bersama OAINS.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari kumarin.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Betamethasone ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: 

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.