Pengertian

Betason mengandung Betametason yang merupakan obat steroid jenis glukokortikoid yang digunakan untuk pengobatan sejumlah penyakit termasuk gangguan rematik, penyakit kulit, kondisi alergi, persalinan prematur untuk mempercepat pengembangan paru-paru bayi, penyakit Crohn (penyakit radang usus), bahkan kanker seperti leukemia. Betamethasone bekerja dengan cara mencegah dan mengendalikan peradangan (inflamasi) dengan mengendalikan laju sintesis protein. Sedangkan Betason Krim digunakan untuk membantu mengobati berbagai kondisi kulit seperti eksim (peradangan kulit yang menyebabkan kulit menjadi gatal, merah dan kering), dermatitis (peradangan kulit yang disebabkan oleh berhubungan dengan zat tertentu), alergi pada kulit, dan ruam (bercak kemerahan).

Keterangan

  1. Betason Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Hormon
    • Kandungan: Betamethasone valerat
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet 
    • Farmasi: PT. Kimia Farma
  2. Betason Krim
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Hormon
    • Kandungan: Betamethasone valerat
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Box 24 Box @ 1 Tube @ 5 gram
    • Farmasi: PT. Kimia Farma.

Kegunaan

Betason digunakan untuk mengobati kondisi alergi yang parah seperti asma, angioedema, dermatitis atopik, dermatitis kontak, reaksi hipersensitivitas obat, dan rhinitis alergi.

  • Gangguan rematik : betason tablet (betamethasone) digunakan sebagai tambahan untuk terapi jangka pendek arthritis gout (asam urat) akut, Demam Reumatik (komplikasi dari radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus. Meskipun dapat dialami oleh siapa saja, demam reumatik cenderung menyerang anak usia 5 sampai 15 tahun), ankylosing spondylitis (radang sendi pada punggung yang membuat bagian punggung belakang terasa nyeri dan kaku), psoriatic arthritis (penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih.), dan rheumatoid arthritis (peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri).
  • Betason tablet (betamethasone) bisa digunakan untuk persalinan bayi prematur untuk membantu pengembangan paru.
  • Kortikosteroid seperti betason tablet (betamethasone) juga digunakan untuk mengobati phimosis (kulup ketat) pada laki-laki.
  • Penyakit kulit seperti dermatitis dan psoriasis.
  • Gangguan endokrin: hiperplasia adrenal kongenital, hiperkalsemia yang terkait dengan kanker, tiroiditis non supuratif.
  • Hematologi : Acquired (autoimun) anemia hemolitik, Diamond-Blackfan anemia, aplasia sel darah merah murni.
  • Neoplastik : Untuk manajemen paliatif pada leukemia dan limfoma.
  • Sistem saraf : eksaserbasi akut multiple sclerosis, edema serebral terkait dengan tumor otak primer atau metastasis atau kraniotomi.
  • Mata : Penyakit Oftalmia simpatis (suatu infeksi mata pada bayi baru lahir yang didapat ketika bayi melewati jalan lahir.), arteritis temporal, uveitis dan kondisi peradangan mata yang tidak responsif terhadap kortikosteroid topikal.
  • Penyakit ginjal : Untuk menginduksi diuresis atau remisi proteinuria pada sindrom nefrotik idiopatik atau yang disebabkan lupus eritematosus.
  • Penyakit pada saluran pernafasan : Berylliosis, TBC paru-paru fulminan, pneumonia eosinofilik idiopatik, sarkoidosis simptomatik.
  • Untuk pengobatan dermatomiositis, polymyositis, dan lupus eritematosus sistemik.
  • Bersama dengan fludrocortisone untuk insufisiensi adrenocortical.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras, Harus dengan Resep Dokter.

Aturan penggunaan Betason Krim:
Oleskan pada kulit yang meradang 1-2 x sehari. Durasi pemakaian 7-14 hari.

Aturan penggunaan Betason Tablet:
0-5-5 mg / hari dalam dosis terbagi.

Efek Samping

Efek Samping yang dapat timbul saat pemakaian Betason adalah:

  • Penekan pertumbuhan terutama pada anak
  • Ketidakteraturan menstruasi dan amenorea (panjang siklus haid yang memanjang dari panjang siklus haid atau tidak terjadinya perdarahan haid).
  • Peningkatan berat badan
  • Gangguan perilaku
  • Kejengkelan epilepsi
  • Glaukoma, papilloedema
  • Moon Face (kondisi saat wajah Anda membengkak secara bertahap sehingga menjadi bulat).

Kontraindikasi:
Infeksi yang tidak diobati (sistemik dan topikal). Purpura trombositopenik idiopatik (penyakit yang menyebabkan tubuh mudah memar atau berdarah, karena rendahnya jumlah sel keping darah).

Interakasi Obat:

  • Peningkatan konsentrasi plasma ketika digunakan dg penghambat CYP3A4 (mis. Ritonavir, itraconazole), dan kontrasepsi oral.
  • Penurunan efek terapi bila digunakan bersamaan dengan rifampisin, rifabutin, carbamazepine, fenobarbiton, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan efedrin. Dapat memusuhi efek agen hipoglikemik, antihipertensi, penghambat neuromuskuler (mis. Vecuronium), dan diuretik.
  • Peningkatan risiko hipokalaemia dg acetazolamide, loop / diuretik thiazide, karbenoksolon, teofilin, glikosida jantung.
  • Dapat menghambat efek pertumbuhan dari somatropin. Peningkatan risiko ruptur tendon dg penggunaan fluoroquinolon bersamaan.
  • Dapat meningkatkan metabolisme quetiapine dan tretinoin.
  • Peningkatan risiko perdarahan saluran cerna saat digunakan dengan NSAID.
  • Dapat meningkatkan kemanjuran antikoagulan kumarin.

Kategori kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Betamethasone ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.