Pengertian

Bicolax merupakan obat yang berguna untuk membantu mengatasi sembelit atau susah buang air besar serta biasa juga digunakan untuk membersihkan usus ketika seseorang akan menjalani operasi usus. Bicolax kadang-kadang diberikan Dokter serta kerap digunakan klinik atau rumah sakit untuk mengosongkan isi perut, selain itu obat ini juga dikenal sebagai stimulan laksatif alias obat pencahar yang bekerja dengan meningkatkan pergerakan usus dan membantu pengeluaran feses.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Pencahar
  • Kandungan: Bisacodyl 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 6 Tablet
  • Farmasi: PT Armoxindo Farma.

Kegunaan

Kegunaan dari Bicolax adalah sebagai terapi konstipasi akut dan kronik. Pengosongan perut sebelum pemeriksaan radiologi untuk abdomen, atau edoskopi, dan sebelum atau sesudah operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Bicolax adalah:
1. Dewasa: 2-3 tablet. Dosis sampai dengan 6 tablet dapat diberikan untuk pengosongan kolon secara komplit.
2. Anak: 1-2 tablet.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Bicolax adalah rasa tidak nyaman pada perut.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Bicolax pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Peradangan pada saluran pencernaan, penyumbatan usus, dehidrasi parah, sakit perut parah yang berhubungan dengan mual dan muntah.
  • Adanya fisura anus (sobekan kecil pada jaringan lembab tipis yang melapisi anus) atau kolitis ulserativa (suatu penyakit radang usus kronis yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan) dengan kerusakan mukosa.
  • Perhatian khusus pada anak, ibu hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Bicolax:

  • Risiko dispepsia dan iritasi lambung jika digunakan bersama antasid.
  • Dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit dengan diuretik atau adreno-kortikosteroid.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Bicolax ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.