Pengertian

Bidicef mengandung Cefadroxil yang merupakan obat antibiotik dengan spektrum luas. Bidicef digunakan untuk mengatasi beberapa jenis bakteri. Bidicef bisa digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, kulit, pernapasan, atau tenggorokan. Bidicef bisa dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak. Bidicef bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga bakteri tidak dapat bertahan hidup. Penggunaan Bidicef pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya dihindari.

Keterangan

  1. Bidicef Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Cefadroxil 500 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 6 Kapsul
    • Farmasi: Medikon Prima Laboratories
  2. Bidicef Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Cefadroxil 125 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Dus, Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Medikon Prima Laboratories.

Kegunaan

Bidicef digunakan sebagai Antibiotik untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Bidicef Sirup Kering harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan:
- Dewasa: 1-2 gram sehari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
- Anak-anak: 30 mg per kg berat badan per hari dalam 2 dosis terbagi yang diberikan tiap 12 jam.
Untuk infeksi berat mungkin dibutuhkan dosis yang lebih tinggi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah gangguan saluran cerna, sakit kepala, mual, muntah, atau diare ringan, otot kaku, nyeri sendi, perasaan gelisah, perasaan tidak menyenangkan pada mulut, gatal ringan atau ruam kulit dan gatal pada vagina. Efek samping yang lebih parah dari bidicef (cefadroxil) seperti diare yang berair atau berdarah, demam, menggigil, nyeri tubuh, gejala flu, perdarahan yang tidak biasa atau memar, kejang-kejang, pucat atau kulit menguning, urine berwarna gelap, kebingungan, jaundice (menguningnya kulit atau mata), pembengkakan kelenjar, ruam atau gatal-gatal, nyeri sendi, sakit tenggorokan dan sakit kepala yang parah, peningkatan rasa haus, kehilangan nafsu makan, merasa sesak napas, kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali. Kebanyakan obat antibiotik termasuk bidicef (cefadroxil) dapat menyebabkan diare, yang bisa saja merupakan tanda dari infeksi baru. Jika diare terjadi sangat berat misalnya berair atau memiliki darah di dalamnya, segera hubungi Dokter Anda. Jangan menggunakan obat untuk menghentikan diare kecuali atas petunjuk Dokter.

Kontraindikasi: 
Kontaindikasi dari penggunaan Bidicef antara lain: Hipersensitif (reaksi alergi berlebihan) terhadap komponen Bidicef.

Interaksi Obat:

  • Penggunaan bersamaan dengan antibiotik bakteriostatik (Tetrasiklin, eritromisin, sulfonamid, kloramfenikol) dapat menyebabkan efek antagonistik.
  • Dapat mempotensiasi efek nefrotoksik dari antibiotik aminoglikosida, polimiksin B, colistin atau diuretik loop dosis tinggi.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis Vitamin K.
  • Dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin tifoid dan Na picosulfate.
  • Dapat mengurangi efek kontrasepsi oral.
  • Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
  • Mengurangi bioavailabilitas dengan colestyramine.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Bidicef ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).