Pengertian

Binotal mengandung Ampicillin yang merupakan kelompok obat antibiotik penisilin. Binotal berfungsi mengatasi infeksi akibat bakteri, contohnya infeksi pernafasan, infeksi saluran kemih dan infeksi telinga. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Konsumsi antibiotik yang tidak tepat atau berlebihan bisa berdampak buruk pada tubuh. Binotal hanya digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, sehingga penggunaannya pada infeksi virus (seperti flu dan pilek) dan jamur tidak akan berhasil. Penggunaan Binotal yang tidak tepat tujuan dan dosis dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten (kebal) terhadap obat ini dan dapat menyebabkan penurunan efektifitas obat ini.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat
  • Kandungan: Ampicillin 500 mg; Ampicillin 1000 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Bayer Indonesia

Kegunaan

Binotal digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, saluran pernafasan, saluran pencernaan, otitis media.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras, harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Bronkitis, Infeksi saluran pencernaan, Otitis media, Endokarditis, Peritonitis, Infeksi saluran empedu
    Dewasa: 250-1000 mg, 4 kali sehari.
  • Tifus
    Dewasa: 1-2 gram, 4 kali sehari, selama 2 minggu (infeksi akut), 4-12 minggu (infeksi carrier).
  • Gonore
    2 gram yang dikombinasikan dengan 1 gram probenecid, dosis tunggal.
  • Infeksi saluran kemih
    500 mg, 3 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, diare, mulut kering, lidah berbulu hitam, kemerahan, stevens-Johnson syndrome, angioedema (pembengkakan pada jaringan bawah kulit), demam, nyeri sendi, anemia, trombositopenia (penurunan trombosit), leukopenia (jumlah sel leukosit menurun), neutropenia (jumlah neutrofil menurun), gangguan pembekuan darah, perpanjangan waktu pendarahan and prothrombin time, toksisitas saraf pusat (contoh: kejang), kesemutan, kerusakan sel ginjal, interstitial nephritis (pembengkakkan ruang di sekitar ginjal, hepatitis, penyumbatan saluran empedu).

Kontraindikasi:
Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang hipersensitif terhadap ampisilin dan penisilin lain.

Interaksi Obat:
Binotal (ampicillin) jika diberikan bersamaan dengan allopurinol dapat meningkatkan reaksi hipersensitivitas. obat antikoagulan warfarin dan obat probenezid dapat meningkatkan kadar binotal (ampicillin) dalam plasma sehingga meningkatkan potensi terjadinya efek samping. binotal (ampicillin) dapat menurunkan efektivitas obat kontrasepsi oral.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Binotal ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).