Pengertian

Binozyt mengandung Azithromycin yang merupakan golongan antibiotik makrolida yang dapat digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi akibat bakteri seperti infeksi telinga, kelamin, kulit dan lain-lain. Binozyt bekerja dengan menghentikan perkembangbiakan bakteri yang menyebabkan infeksi. Penggunaan Binozyt pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya dihindari.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: antibiotik
  • Kandungan: Azithromycin 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 1 Strip @ 3 Tablet
  • Farmasi: Sandoz Indonesia.

Kegunaan

Binozyt digunakan sebagai antibiotik untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras, Harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Pneumonia
    Dewasa: 500 mg melalui saluran intravena.
  • Infeksi kulit, saluran pernapasan atas
    Dewasa : 500 mg, satu kali dalam satu hari.Anak-anak di atas 6 bulan: 10 mg/kg.Anak dengan berat badan 25-25 kg: 200 mg, berat badan 26-35 kg: 300 mg, berat badan 36-45 kg: 400 mg.
  • Infeksi genital karena klamidia
    Dewasa: 1 gram.
  • Gonore
    Dewasa : 2 gram.
  • Granuloma inguinale
    Dewasa: 1 gram.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
1. Berkurangnya nafsu makan
2. Sakit kepala.
3. Mual dan muntah
4. Sakit perut
5. Diare

Kontraindikasi:
hindari pemberian pada pasien dengan gangguan otot yang disebut myasthenia gravis, kelainan detak jantung, serta gangguan ginjal dan hati.

Interaksi Obat:

  • Peningkatan risiko kerusakan otot jantung jika digunakan dengan pimozide.
  • Peningkatan konsentrasi serum jika digunakan dengan digoxin, ciclosporin, terfenadine, hexobarbital dan phenytoin.
  • Penurunan tingkat penyerapan obat jika digunakan dengan antasida yang mengandung aluminium dan magnesium.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Binozyt ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).