Pengertian

Biofos merupakan suplemen dengan kandungan bahan-bahan herbal untuk memelihara daya tahan tubuh dan memperbaiki nafsu makan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Suplemen dan Terapi Penunjan
  • Kandungan: Per 5 mL Echinacea extr 250 mg, curcuminoid 2 mg, fructo oligosaccharide 300 mg, taurine 100 mg, phyllanthus niruri extr 25 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol/Sirup
  • Kemasan: Botol
  • Farmasi: Meprofarm.

Kegunaan

Biofos Sirup digunakan untuk:
- Meningkatkan nafsu makan
- Menjaga sistem pencernaan
- Menghindarkan pengguna dari serangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan juga bakteri
- Meningkatkan ketahanan sistem imun.

Dosis & Cara Penggunaan

Dalam menggunakan Biofos, terdapat beberapa jenis atau alternatif penggunaan yang bisa diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi penderitanya. Macam dosis penggunaan Biofos diantaranya:
- Pengguna usia anak dengan rentan usia 1 hingga 6 tahun dapat mengonsumsi Biofos sebanyak 1 takar sendok teh 1 kali dalam 1 hari.
- Pengguna usia anak dengan rentan usia 7 hingga 12 tahun dapat mengonsumsi Biofos sebanyak 1 takar sendok teh 2 kali dalam 1 hari.
- Pengguna usia dewasa dapat mengonsumsi Biofos sebanyak 1 takar sendok teh 3 kali dalam 1 hari.

Efek Samping

Karena masuk ke dalam kategori obat suplemen tambahan atau vitamin yang mampu meningkatkan kondisi kesehatan fisik penggunanya, Biofos tidak memiliki efek samping apapun yang dinilai mampu membahayakan hidup penggunanya jika dikonsumsi dalam waktu yang panjang. Biofos dengan aman dikonsumsi karena juga dibuat dari bahan-bahan yang alami dan aman.

Kontraindikasi:
Diketahui hingga saat ini Biofos tidak memiliki kontraindikasi terhadap kondisi tubuh apapun yang dimiliki oleh pengguna.
Biofos dengan aman bisa digunakan oleh pengguna yang memiliki kondisi apapun asalkan penggunaan tersebut tepat mengikuti saran dari dosis yang sudah tertera.

Kategori kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Biofos sirup ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).