Pengertian

Blorec merupakan obat yang mengandung Carvedilol. Obat ini digunakan untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gagal jantung. Blorec juga digunakan untuk terapi pengobatan pasca serangan jantung. Blorec bekerja dengan menghalangi aksi zat alami tertentu dalam tubuh seperti epinefrin, sehingga menurunkan tingkat denyut jantung, tekanan darah dan ketegangan pada jantung.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Beta Blockers
  • Kandungan: Carvedilol 25 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan

Blorec digunakan untuk membantu mengobati hipertensi dan gagal jantung.

Dosis & Cara Penggunaan

Blorec termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

Dosis awal: diberikan dengan 1/2 tablet 1 x sehari, diberikan selama 2 hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1 tablet, diminum 1 x sehari. Dosis dapat di tingkatkan kembali dengan jangka waktu 2 minggu hingga dosis 2 tablet diminum 1 x sehari.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:
- Pusing
- Sakit kepala ringan
- Mengantuk
- Mulut kering
- Diare
- Impotensi (disfungsi ereksi)
- Kelelahan
- Bradikardi (denyut jantung yang lambat)
Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, konsultasikan pada Dokter.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Blorec pada pasien:
- Diketahui hipersensitif
- Penderita gagal hati kronik yang berat
- Penderita kerusakan hati.

Interaksi Obat:
Tidak boleh di berikan bersamaan dengan obat beta bloker, diltiazem, digoksin, klonidin, insulin, hipoglikemi oral dan obat anti inflamasi non steroid.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Blorec ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.