Pengertian

Bonefos adalah sedian obat yang mengandung Clodronic acid atau nama lain dari Klodornat Dinatrrium. Bonefos digunakan untuk membantu menurunkan kadar kalsium dalam darah yang disebabkan oleh perubahan dalam tubuh yang terjadi karena kanker. Selain itu, Bonefos juga membantu mengobati tulang yang melemah ketika kanker telah menyebar ke tulang. Hindari penggunaan Bonefos pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  1. Bonefos Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Metabolisme Tulang
    • Kandungan: Clodronic acid 400 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @10 Kapsul
    • Farmasi: Bayer Indonesia
  2. Bonefos Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Metabolisme Tulang
    • Kandungan: Clodronic acid 800 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @10 Tablet
    • Farmasi: Bayer Indonesia
  3. Bonefos Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Metabolisme Tulang
    • Kandungan: Clodronic acid 60 mg/ mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul 5 mL
    • Farmasi: Bayer Indonesia.

Kegunaan

Bonefos digunakan untuk mengobati hiperkalsemia malignant (tingginya kadar kalsium di dalam plasma darah), osteolisis malignant, mengurangi timbulnya metastase tulang (sel kanker menyebar ke tulang) pada kanker payudara primer.

Dosis & Cara Penggunaan

Bonefos termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Pengobatan hiperkalsemia malignant
    Diberikan dosis awal tinggi 2400-3200 mg sehari dan tergantung respon individu, dapat dikurangi secara bertahap sampai 1600 mg sehari untuk dosis pemeliharaan normokalsemia.
  • Pengobatan osteolisis malignant
    Dosis awal 1600 mg sehari, secara klinik jika diperlukan dosis dapat ditingkatkan tapi tidak boleh lebih dari 3200 mg sehari.
  • Mengurangi timbulnya metastase tulang pada kanker payudara primer,
    Dosis yang dianjurkan 1600 mg sehari.
    Penderita gagal ginjal: Hati-hati digunakan pada penderita gagal ginjal, dosis sehari tidak lebih dari 1600 mg jangan digunakan terus menerus.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Bonefos, yaitu mual, muntah, diare, reaksi pada kulit.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Bonefos pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Penggunaan intravena dan pada penderita dengan hiperkalsemia atau gagal ginjal.
  • Fungsi ginjal dan kalsium serum dimonitor.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Bonefos:

  • Penggunaan bersama dengan antiinflamasi non steroid (AINS) lebih sering diklofenak.
  • Penggunaan bersama aminoglikosid dapat menyebabkan peningkatan resiko hipokalsemia, penggunaan bersama estramustin fosfat dengan klodronat.
  • Penggunaan bersama makanan atau obat yang mengandung kation divalent (antasida atau preparat besi) dapat menurunkan bioavailabilitas klodronat.