Pengertian

Bronsolvan adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati asma bronkial. Bronsolvan mengandung Theophylline, obat ini bekerja dengan melebarkan permukaan bronkus sehingga membuat kapasitas serapan oksigen paru-paru meningkat. Obat ini tersedia dalam 2 sediaan berbeda, yaitu Tablet dan Sirup. Adanya perbedaan sediaan ini bertujuan untuk mempermudahkan pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa obat yang tidak enak.

Keterangan

  1. Bronsolvan Tablet
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Preparat Anti asma dan PPOK.
    • Kandungan: Theophylline 150 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Kalbe Farma.
  2. Bronsolvan Sirup:
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Preparat Anti asma dan PPOK.
    • Kandungan: Thephylline 150 mg/15 mL.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 100 mL.
    • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Bronsolvan digunakan untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan pengunaan Brosolvan Tablet:

  • Dewasa: 3 kali sehari 1 tablet.
  • Anak-anak 6 - 12 tahun: 3 kali sehari 1/2 tablet Atau menurut petunjuk Dokter.

Aturan penggunaan Bronsolvan Sirup:

  • Dewasa: 3 x sehari 1 sendok makan (15 mL).
  • Anak-anak 6 – 12 tahun: 3 x sehari 1/2 sendok makan (7.5 mL) Atau menurut petunjuk Dokter.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, diare, takikardi (detak jantung lebih dari 100 x per menit), ruam kulit. Hati-hati penggunaan obat ini pada hipoksemia (kondisi tubuh tidak memiliki cukup oksigen), hipertensi, atau penderita yang mempunyai riwayat tukak lambung, wanita hamil, menyusui dan anak-anak, kerusakan fungsi hati, penderita diatas 55 tahun terutama pria dan pada penyakit paru-paru kronik.

Kontraindikasi:
Bronsolvan sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang sensitif terhadap Teofilin.

Interaksi Obat:

  • Mengakibatkan kenaikan konsentrasi plasma jika digunakan bersama dengan Allopurinol, simetidin, antibiotik golongan makrolida dan kuinolon,
  • Mengakibatkan penurunan konsentrasi plasma jika digunakan bersama dengan fenitoin dan antiepilepsi lainnya, ritonavir, rifampisin, barbiturat dan karbamazepin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Bronsolvan ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.