Pengertian

Bronsolvan Sirup adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati asma bronkial. Bronsolvan mengandung Theophylline 150 mg/15 mL. Bronsolvan sirup tersedia dalam kemasan 100 mL.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Preparat Anti asma & PPOK.
  • Kandungan Thephylline.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 100 mL.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial.

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa : 3 x sehari 1 sendok makan (15 ml). Anak-anak 6 – 12 tahun : 3 x sehari 1/2 sendok makan (7,5 ml) Atau menurut petunjuk Dokter.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, diare, takikardi (detak jantung lebih dari 100 x per menit), ruam kulit. Hati-hati penggunaan obat ini pada hipoksemia (kondisi tubuh tidak memiliki cukup oksigen), hipertensi, atau penderita yang mempunyai riwayat tukak lambung, wanita hamil, menyusui dan anak-anak, kerusakan fungsi hati, penderita diatas 55 tahun terutama pria dan pada penyakit paru-paru kronik.

Kontraindikasi
Bronsolvan sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang sensitif terhadap Teofilin.

Interaksi Obat
- Mengakibatkan kenaikan konsentrasi plasma jika digunakan bersama dengan Allopurinol, simetidin, antibiotik golongan makrolida dan kuinolon,
- Mengakibatkan penurunan konsentrasi plasma jika digunakan bersama dengan fenitoin dan antiepilepsi lainnya, ritonavir, rifampisin, barbiturat dan karbamazepin.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Bronsolvan ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Bronsolvan selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.