Bufakris

Bufakris

Obat

Pengertian

Bufakris merupakan obat dengan kandungan Theophylline dan Ephedrine yang berfungsi untuk mengatasi Asma bronkhial dan bronkitis (peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus) karena influenza dan alergi. Ephedrine digunakan sebagai bronkodilator pada penyakit asma untuk memperlebar luas permukaan bronkus dan bronkiolus paru-paru agar kapasitas serapan oksigen paru-paru meningkat.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antiasma dan Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Kandungan: (Tiap 15 mL) Theophylline 43.33 mg, Efedrin 4.17 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan penjualan: Sirup @ 60 mL
  • Kemasan: Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Bufa aneka.

Kegunaan

Bufakris digunakan untuk mengobati asma bronkhial dan bronkitis karena influenza dan alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Bufakris merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter.

Dosis penggunaan Bufakris:
Dewasa: 3 kali sehari 15-30 mL
Anak-anak: 2 kali seharii 7,5 mL.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mengantuk, kejang seperti epileptik (pada penggunaan dengan dosis besar), pusing, mulut kering, gangguan saluran pencernaan, perdarahan saluran pencernaan, sakit kepala, kecemasan, insomnia (sulit tidur), dan jantung berdebar.

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif atau reaksi alergi terhadap obat asmadex atau salah satu dari komponennya, orang yang sedang diterapi dengan MAOI.

Interaksi Obat:
Berpotensial jika di berikan bersamaan dengan depresan sistem saraf pusat, efek diperpanjang jika di berikan bersamaan dengan MAOI. Menurunkan bersihan hati dan meningkatkan waktu paruh di serum pada pemakaian bersama dengan alopurinol, simetidin, vaksin flu, propanolol, eritromisin dan makrolid lain. Bersihan ditingkatkan oleh fenitoin.

Kemananan kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Bufakris ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter