Cafmosol

Cafmosol

Obat

Pengertian

Cafmosol adalah obat yang mengandung Cafein dan Paracetamol sebagai zat aktifnya. Cafmosol digunakan untuk mengurangi rasa sakit ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan menurunkan demam.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgetik antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 600 mg; Caffeine 50 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Solas Langgeng Sejahtera.

Kegunaan

Cafmosol digunakan untuk mengurangi nyeri sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa: 3-4 kaplet sehari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada tempat kering dengan suhu antara 20-25°C.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat ini adalah:

  • Dosis besar & penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan fungsi hati.
  • Reaksi hipersensitivitas (kemerahan dan gatal-gatal pada kulit, kulit terkelupas, kadang-kadang gangguan pernafasan atau bengkak pada bibir, lidah, tenggorokan, wajah, sariawan, memar-memar, dan pendarahan)

Kontraindikasi:

  • Hindari pemberian pada pasien yang memiliki Hipersensitif (reaksi berlebihan atau sangat sensitif) terhadap kandungan dalam obat tersebut.
  • Hindari pemberian pada pasien pasien dengan gangguan fungsi hati.

Interaksi obat:

  • Dapat menurunkan efek paracetamol, jika digunakan dengan carbamazepine, phenytoin, phenobarbital, cholestyramine, dan imatinib.
  • Dapat meningkatkan efek samping obat busulfan.
  • Dapat meningkatkan kemungkinan munculnya efek samping paracetamol, jika digunakan dengan metoclopramide, domperidone, atau atau probenecid.
  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan, jika digunakan bersamaan dengan warfarin.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cafmosol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter