Pengertian

Calesco merupakan suplemen berbentuk kapsul lunak yang di produksi oleh Dipa Pharmalab Intersains. Calesco diindikasikan untuk membantu mengobati osteoporosis pascamenopause (penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah setelah berakhirnya siklus menstruasi secara alami), hipokalsemia (rendahnya kadar kalsium di dalam plasma darah), dan osteodistrofi ginjal (pelemahan tulang yang disebabkan oleh kurang bekerjanya ginjal).. Calcitriol merupakan golongan vitamin D yang berfungsi untuk menjaga tulang agar tetap kuat, dan membantu mengontrol hormon paratiroid.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Vitamin D
  • Kandungan: Calcitriol 0.25 mg
  • Bentuk : Kapsul Lunak
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Kapsul Lunak
  • Farmasi : Dipa Pharmalab Intersains

Kegunaan

Calesco diindikasikan untuk membantu mengurangi osteoporosis pascamenopause, hipokalsemia (rendahnya kadar kalsium di dalam plasma darah), dan osteodistrofi ginjal (pelemahan tulang yang disebabkan oleh kurang bekerjanya ginjal).

Dosis & Cara Penggunaan

Calesco termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Osteoporosis Pascamenopause: 2 x sehari 1 kapsul
  • Osteodistrofi Ginjal pada Pasien dengan Kerusakan Ginjal Kronis
    Dosis awal: 1 x sehari 1 kapsul. Dosis dapat ditingkatkan 1 kapsul per hari dalam interval 2–4 minggu.

Efek Samping

Efek Samping:

  • Hiperkalsiuria (peningkatan kadar kalsium dalam urin).
  • Mulut kering, mual, muntah, sembelit.
  • Sakit perut.
  • Pankreatitis.
  • Gangguan makan, penurunan berat badan.
  • Nyeri otot dan tulang.
  • Sakit kepala.
  • Mengantuk.
  • Gangguan sensorik.
  • Penurunan libido.
  • Gatal.


Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada penderita hiperkalsemia (kadar kalsium dalam darah lebih tinggi dari normal), kalsifikasi metastasis, toksisitas vitamin D.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan risiko hiperkalsemia jika digunakan bersamaan dengan diuretik thiazide.
  • Mengurangi penyerapan usus jika digunakan bersamaan dengan sequestrant asam empedu (misalnya: Colestyramine, sevelamer).
  • Mengurangi efek jika digunakan bersamaan dengan antikonvulsan penginduksi CYP450 (misalnya: Carbamazepine, fenobarbital, fenitoin), kortikosteroid.
  • Dapat menyebabkan aritmia jantung jika digunakan bersamaan dengan digitalis.
  • Dapat menyebabkan hipermagnesemia jika digunakan bersamaan dengan agen yang mengandung Mg (misalnya: Antasida) pada pasien dialisis.
  • Dapat menyebabkan penekanan hormon paratirid berlebihan jika digunakan bersamaan dengan pemberian vitamin D yang berlebihan.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Calesco ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.