Pengertian

Calmuderm adalah sediaan krim merek dagang obat yang memiliki kandungan aktif urea. Zat aktif urea ini memiliki khasiat untuk mengobati hiperkeratosis (pembentukan lapis tanduk kulit ari yang berlebihan), kekeringan pada iktiosis (kelainan bawaan kulit berupa hiperkeratosis sehingga kulit menjadi kering, kasar, dan bersisik). Selain itu, Calmuderm juga dapat digunakan untuk psoriasis (penyakit kulit menahun dengan kelainan berupa kemerahan, disertai pembentukan sisik-sisik berwarna perak yang tertumpuk berlapis-lapis, tidak menular, dan belum jelas penyebabnya) dan kondisi serupa yang ditandai oleh kulit kering, kasar, dan bersisik.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Preparasi kapalan.
  • Kandungan: Urea 20%.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 20 gram.
  • Farmasi: PT Roy Surya Prima.

Kegunaan

Calmuderm digunakan sebagai terapi hiperkeratosis, kekeringan pada iktiosis, psoriasis dan kondisi serupa yang ditandai oleh kulit kering, kasar, dan bersisik.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Calmuderm Krim: oleskan tipis pada daerah luka, 2 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Calmuderm adalah:

  • Sakit kepala.
  • Mual, muntah.
  • Pusing.
  • Kebingungan mental, gugup.
  • Hipotensi
  • Takikarda (detak jantung lambat).
  • Kardiotoksisitas (efek samping yang tidak diinginkan pada jantung dan pembuluh darah yang disebabkan karena efek kimia dan obat)
  • Hipetermia (kondisi dimana suhu tubuh meningkat drastis dari suhu normal).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Calmuderm pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Gangguan fungsi ginjal berat.
2. Dehidrasi, gagal hati.
3. Kongesti paru atau edema paru.
4. Perdarahan otak.
5. Gagal jantung.
6. Penyakit sel sabit dengan tanda dan gejala keterlibatan SSP.

Interaksi Obat
Interaksi obat yang dapat terjadi pada Calmuderm yaitu meningkatkan ekskresi dari lithium.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Calmuderm ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).