Pengertian

Cameloc merupakan obat suppositoria yang di produksi oleh Ferron Par Pharmaceuticals. Cameloc mengandung Meloxicam yang diindikasikan untuk mengurangi nyeri pada kasus osteoarthritis. Penggunaan Cameloc dengan cara memasukan obat melalui rektal (dubur). Mekanisme kerja Cameloc adalah dengan menghambat siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2), sehingga menghambat sintesis prostaglandin.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Obat Anti Inflamasi Non Steroid
  • Kandungan: Meloxicam 15 mg
  • Bentuk : Suppositoria
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Dus, 2 Strip @ 5 Suppositoria
  • Farmasi : Ferron Par Pharmaceuticals.

Kegunaan

Cameloc diindikasikan untuk mengurangi nyeri pada kasus osteoarthritis (sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi) dan artritis reumatoid (peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri).

Dosis & Cara Penggunaan

Cameloc termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dosis 1 x sehari 1 suppositoria. digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam dubur.

Efek Samping

  • Anemia.
  • Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit).
  • Trombositopenia (kadar trombosit kurang dari normal).
  • Leukopenia (kadar leukosit kurang dari normal).
  • Jantung berdebar.
  • Mual, muntah.
  • Sakit perut, sembelit, perut kembung, diare.
  • Badan lemas, kelelahan.
  • Peningkatan kadar transaminase serum, peningkatan bilirubin serum, peningkatan kreatinin dan BUN serum.
  • Penurunan berat badan.
  • Sakit kepala, vertigo.

Kontraindikasi:

  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap meloxicam, aspirin atau obat anti inflamasi non steroid lainnya, riwayat atau perdarahan gastrointestinal aktif, ulserasi atau perforasi terkait penggunaan obat anti inflamasi non steroid.
  • Penyakit radang usus aktif (misalnya: Penyakit Croitis kolitis ulserativa), gagal jantung berat.
  • Pengobatan nyeri perioperatif dalam pengaturan operasi CABG, gangguan hati berat, kehamilan (trimester ke-3) dan ibu menyusui.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal atau perdarahan dengan antikoagulan (misalnya: Heparin, warfarin), agen antiplatelet, SSRI, kortikosteroid (misalnya: Glukokortikoid), salisilat, obat anti inflamasi non steroid lain (termasuk aspirin).
  • Dapat mengurangi efek antihipertensi diuretik, inhibitor ACE, antagonis angiotensin II, dan β-blocker. Dapat meningkatkan nefrotoksisitas dari penghambat kalsineurin (misalnya: Ciclosporin, tacrolimus).
  • Meningkatkan konsentrasi serum lithium, digoxin dan metotreksat.
  • Meningkatkan eliminasi jika digunakan bersamaan dengan colestyramine.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cameloc ke dalam Kategori C, D:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).