Pengertian

Candazole adalah salah satu nama dagang obat anti jamur yang digunakan terutama kandidiasis (infeksi akibat jamur Candida) dan pitiriasis versicolor atau panu. Candazole mengandung zat aktif Clotrimazole yang termasuk obat anti jamur golongan imidazole. Candazole digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, seperti infeksi jamur pada vagina, tenggorokan, sariawan, serta panu dan kurap. Candazole bekerja dengan cara mengubah permeabilitas dinding sel jamur, clotrimazole mengikat fosfolipid dalam membran sel dan menghambat biosintesis ergosterol dan sterol lain yang diperlukan untuk produksi membran sel. Sehinga, menyebabkan kematian sel melalui hilangnya unsur intraseluler.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Antijmur
  • Kandungan: Clotrimazole 10 mg/g
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube @ 15 gram.
  • Farmasi: PT Hoe.

Kegunaan

Candazole digunakan untuk infeksi jamur pada kulit seperti jamur pada sela-sela jari kaki (kaki atlet), jamur pada kuku (onkomikosis), jamur pada lipatan kulit, lipatan paha, kulit kepala, serta jamur pada tubuh (panu dan kadas).

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Candazole harus dikonsultasikan dengan Dokter:

  • Oleskan secukupnya pada tempat yang terinfeksi 2 kali sehari, pagi dan malam. Jika, pasien tidak memperlihatkan perkembangan positif dalam 4 minggu, perlu dilakukan diagnosis ulang.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Candazole, antara lain:
- Rasa panas
- Eritema ( kemerahan pada kulit)
- Edema
- Gatal
- Rasa seperti terbakar
- Pedih


Kontraindikasi
Hindari penggunaan Candazole pada pasien yang memiliki indikasi Hipersensitif terhadap kandungan obat.

Interaksi Obat
Berlawanan dengan antibiotik poliena (misalnya Amphotericin B, nystatin, and natamycin).

Keamanan Kehamilan :
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Candazole ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).