Pengertian

Caprifim adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi abdominal, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, dan infeksi saluran kemih. Caprifim mengandung zat aktif Cefepime, antibiotik cephalosporin generasi keempat. Cefepime yang terkandung dalam Caprifim bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga bakteri menjadi lisis.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Cefepime 1 Gram.
  • Bentuk: Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial @1 gram.
  • Farmasi: PT Caprifarmindo.

Kegunaan

Caprifim digunakan ntuk mengatasi infeksi saluran napas bawah termasuk pneumonia dan bronkhitis, infeksi saluran kemih dan komplikasinya, termasuk pyelonepritis dan infeksi yang lebih berat, infeksi kulit dan jaringan kulit. 

Dosis & Cara Penggunaan

Caprifim termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Resep Dokter dan dilakukan oleh Tenaga Medis:

  • Pemakaian intravena atau intramuskular: 1 gram setiap 12 jam. Pengobatan dilakukan selama 7-10 hari tergantung beratnya infeksi. Untuk pasien dengan gangguan fungsi hati tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Caprifim, antara lain:
- Hipersensitif: kemerahan, pruritus, demam.
- Saluran cerna: mual, muntah, diare, konstipasi, nyeri abdomen, dispepsia.
- Kardiovaskular: takikardia, nyeri dada.
- Pernapasan: batuk, nyeri di tenggorokan, dispnea.
- Sistem saraf pusat: sakit kepala, pusing, insomania, paretesia, ansietas, bingung.
- Edema perifer, nyeri, nyeri punggung. Kadang terjadi reaksi lokal seperti flebitis dan radang pada tempat injeksi intravena.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap sefalosporin, penisilin atau β-laktam lainnya.

Interaksi Obat
Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Penggunaan Caprifim dapat mengakibatkan reaksi positif palsu pada tes glukosa dalam urin dengan metode-metode tertentu.
  • Disarankan bahwa tes glukosa dilakukan berdasarkan reaksi enzymatic glucose oxidase.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat golongan aminoglikosida meningkatkan potensi nefrotoksisitas dan ototoksisitas obat antibakteri aminoglikosida. Lakukan pemeriksaan ginjal.
  • Nefrotoksisitas telah dilaporkan setelah pemberian bersamaan cephalosporin dengan diuretik kuat seperti furosemide bisa meningkatkan nefrotoksisitas. Lakukan pemeriksaan ginjal jika hal ini dilakukan.


Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Caprifim ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).