Pengertian

Carbloxal adalah sediaan obat dengan kandungan Carvedilol yang digunakan untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Hal ini juga digunakan setelah serangan jantung untuk meningkatkan kesempatan bertahan hidup jika jantung tidak dapat memompa dengan baik. Menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Beta Blockers
  • Kandungan: Carvedilol 6.25 mg; Carvedilol 25 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Sandoz Indonesia

Kegunaan

Carbloxal digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan mengobati gagal jantung.

Dosis & Cara Penggunaan

Carbloxal termasuk dalam golongan Obat Keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Hipertensi
    • Dewasa: dosis awal: 12,5 mg sehari, dosis ditingkatkan setelah 2 hari menjadi 25 mg per hari, jika perlu dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan jangka waktu minimal 2 minggu sampai maksimal dosis 50 mg/ hari sebagai dosis tunggal atau terbagi.
    • Usia lanjut: dosis awal: 12,5 mg per hari, dosis dapat ditingkatkan setelah 2 minggu menjadi dosis maksimum 50 mg/ hari
  • Gagal jantung kongestif
    • Dosis bersifat individual dan dipantau ketat selama pemberian obat.
    • Dosis awal yang dianjurkan 3,125 mg di berikan 2 kali sehari, selama 2 minggu dosis dapat ditingkatkan menjadi 12,5 mg sampai 25 mg diminum 2 kali sehari.
    • Dosis maksimum yang dapat ditoleransi pada pasien dengan berat badan kurang dari 85 kg adalah 25 mg/hari diminum 2 kali sehari dan pada pasien dengan berat badan lebih dari 85 kg adalah dosis 50 mg/hari diminum 2 kali.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Carbloxal adalah:
1. Sindrom seperti terbakar.
2. Penurunan produksi air mata.
3. Gangguan pencernaan.
4. Hipotensi (tekanan darah rendah).
5. Bradikardi (detak jantung lambat), kelelahan.
6. Sakit kepala dan pusing.
7. Anemia.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Carbloxal pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Gagal jantung
  • Asma bronkial atau kondisi bronkospastik
  • Penyumbatan atrioventrikular
  • Bradikardia (detak jantung lambat)
  • Sinus (peradangan pada rongga hidung)
  • Syok kardiogenik (kondisi dimana jantung mengalami gangguan secara mendadak, sehingga tidak mampu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan oleh tubuh)
  • Feokromositoma (tumor yang mensekresi hormon yang dapat terjadi pada kelenjar adrena)
  • Kerusakan hati yang parah.

Interaksi Obat:
Berikut adalah interaksi obat yang umumnya terjadi pada Carbloxal:

  • Efek aditif jika digunakan bersama golongan penghambat saluran kalsium (diltiazem, verapamil), amiodaron, penghambat MAO, reserpin, guanfacine, dan methyldopa
  • Dapat meningkatkan waktu konduksi atrioventrikular dan menurunkan denyut jantung jika digunakan bersama glikosida digitalis
  • Peningkatan konsentrasi serum ciclosporin
  • Peningkatan efek hipoglikemik insulin dan antidiabetik oral
  • Dapat menyebabkan efek sinergis, inotropik negatif dan hipotensi jika digunakan bersama anestesi
  • Konsentrasi serum dapat dikurangi dengan penginduksi CYP450 (rifampisin, barbiturat), atau ditingkatkan oleh penghambat CYP450 (ketokonazol, simetidin, fluoxetine, haloperidol, erythromycin)
  • Peningkatan efek vasokonstriksi jika digunakan bersama ergotamine.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Carbloxal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.