Carbotrap

Carbotrap

Obat

Pengertian

Carbotrap merupakan obat yang mengandung acarbose sebagai zat aktifnya. Carbotrap digunakan bersama dengan program diet dan latihan yang tepat untuk mengontrol gula darah tinggi pada Individu dengan diabetes melitus tipe 2. Dengan mengontrol gula darah tinggi dapat membantu mencegah dan mengurangi kemungkinan kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh (amputasi) dan masalah fungsi seksual. Pengontrolan yang tepat pada individu dengan diabetes melitus tipe 2 juga dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Carbotrap bekerja dengan memperlambat pemecahan pati (karbohidrat) dari makanan menjadi gula, sehingga kadar gula darah tidak terlalu naik sebanyak setelah makan. Carbotrap juga dapat dikombinasikan dengan obat lain untuk mengontrol diabetes karena kombinasi obat tersebut bekerja dengan cara yang berbeda untuk mengontrol gula darah.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Agen Antidiabetes.
  • Kandungan: Acarbose 50 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: PT Fahrenheit.

Kegunaan

Carbotrap digunakan untuk membantu mengontrol gula darah yang tinggi pada Individu dengan Diabetes Melitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan

Carbotrap merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan carbotrap juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa sebagai dosis awal diminum 50 mg setiap hari lalu dosis dapat dinaikan bila diperlukan dengan jarak waktu 6-8 minggu hingga 100 mg. Maksimal 200 mg.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Carbotrap antara lain: perut kembung, sakit perut, distensi (penumpukan cairan pada bagian perut) , diare, mual dan muntah, trombositopenia (penurunan jumlah platelet darah). Efek samping lain yang jarang terjadi pada penggunaan Carbotrap 50 mg Tablet antara lain Ileus (berhentinya pergerakan kontraksi usus), penyakit kuning, hepatitis, reaksi kulit, edema (pembengkakkan karena penumpukan cairan tubuh pada bagian tertentu). Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Carbotrap 50 mg Tablet dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Carbotrap pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Radang usus, ketoasidosis (kondisi pada penderita diabetes ketika tubuh memproduksi asam darah berlebih) atau sirosis diabetik (kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut pada pasien diabetes)
  2. Ulserasi kolon (peradangan kronis yang terjadi pada usus besar (kolon) dan rektum).
  3. Obstruksi usus parsial (penyumbatan usus parsial).
  4. Penyakit usus kronis yang berhubungan dengan gangguan pencernaan atau penyerapan dan keadaan yang dapat memburuk akibat peningkatan pembentukan gas di usus, seperti hernia.
  5. Gangguan hati dan ginjal berat (CrCl<25 mL/menit).


Interaksi Obat

Interaksi obat Carbotrap antara lain :

  1. Dapat meningkatkan efek antidiabetik lainnya termasuk insulin.
  2. Efek berkurang dengan adsorben saluran cerna (arang) dan persiapan enzim pencernaan yang mengandung enzim membelah karbohidrat (amilase, pancreatin).
  3. Neomycin dan kolestiramin dapat meningkatkan efek akarbosa .
  4. Dapat menghambat penyerapan digoxin.


Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Carbotrap ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter