Pengertian

Cardio Aspirin merupakan obat yang diproduksi oleh Bayer Indonesia. Cardio Aspirin mengandung Acetylsalicylic acid (Aspirin atau Acetosal) digunakan untuk membantu mencegah pembekuan darah selama pemulihan pasca infark miokard (serangan jantung). Cardio Aspirin juga digunakan untuk membantu mengurangi nyeri serta radang dan juga digunakan sebagai penurun demam. Cardio Aspirin juga merupakan obat untuk membantu mencegah serangan jantung. Cardio Aspirin bekerja dengan cara menghambat agregasi trombosit (pembekuan darah) selama 7-10 hari, serta menghambat kerja prostaglandin (substansi yang bertindak mengatur rasa sakit).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Acetylsalicylic acid 100 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Enterik
  • Satuan Penjualan: Blister
  • Kemasan: Blister @ 10 Tablet Salut Enterik
  • Farmasi: Bayer Indonesia.

Kegunaan

Cardio Aspirin digunakan untuk meredakan nyeri, menurunkan demam dan mencegah pembekuan darah selama pemulihan pasca infark miokard.

Dosis & Cara Penggunaan

Cardio Aspirin termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Anti Pembekuan Darah
    • Diberikan dosis: 80-160 mg per hari untuk jangka panjang. Dosis 150-300 mg untuk pengobatan jangka pendek.
  • Nyeri Sendi dan Rematik
    • Diberikan 4-8 gram per hari, diberikan dalam beberapa dosis terbagi.
  • Demam dan Peradangan
    • Dosis 300-900 mg diberikan setiap 4-6 jam.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cardio Aspirin, antara lain:
- Mual, muntah
- Vertigo
- Memperpanjang waktu pendarahan
- Tinnitus (bunyi berdenging pada telinga).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cardio Aspirin pada pasien:
- Diketahui hipersensitif
- Penderita tukak lambung dan tukak usus
- Penderita hemofilia.

Interaksi Obat:
Tidak boleh di berikan bersamaan dengan alcohol, anticoagulants, probenecid, sulfonylureas.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cardio Aspirin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).