Pengertian

Cardura merupakan obat yang mengandung Doksazosin. Doksazosin adalah obat untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Obat ini bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Cardura juga digunakan pada pria untuk mengobati gejala pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia-BPH). Cardura tidak mengecilkan prostat, tetapi bekerja dengan relaksasi otot-otot di prostat dan bagian dari kandung kemih, hal ini membantu untuk meringankan gejala BPH seperti kesulitan dalam memulai aliran urin, aliran lemah, dan kebutuhan untuk sering buang air kecil atau mendesak (termasuk saat tengah malam).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Hipertensi
  • Kandungan: Doksazosin 1 mg; Doksazosin 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pfizer Indonesia.

Kegunaan

Cardura digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, hiperplasia prostat (pembesaran prostat) jinak pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi maupun tekanan darah normal dan masalah ginjal.

Dosis & Cara Penggunaan

Cardura merupakan obat keras, hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep Dokter. 

Aturan penggunaan Cardura:
Dosis: 1 mg sebelum tidur
Dosis pemeliharaan: 1 mg sampai 4 mg sekali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi cardura adalah mual, pusing, sakit kepala, muntah, nyeri perut bagian atas, kelelahan, diare, nyeri otot, otot melemah dan keram otot, hipotensi (tekanan darah lebih rendah dari batas normal).

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Doksazosin.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit hipotensi, infeksi saluran kemih, memiliki riwayat batu ginjal

Interaksi Obat:
Obat hipertensi lain seperti terazosin dan prazosin.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cardura ke dalam kategori C:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.