Pengertian

Casodex merupakan obat berbentuk tablet yang diproduksi oleh Astra Zeneca. Casodex mengandung Bicalutamide yang digunakan untuk membantu mengobati kanker prostat yang telah menyebar ke area lain dari tubuh. Hal ini digunakan dalam kombinasi dengan terapi hormon. Selain itu, Casodex juga digunakan terapi tunggal atau terapi tambahan terhadap Prostatektomi radikal (operasi terbuka yang dilakukan oleh ahli bedah dengan membuat sayatan untuk mencapai kelenjar prostat) atau Radioterapi, penatalaksanaan kanker Prostat lanjut-lokal non-metastatik yang tidak dapat dilakukan bedah kastrasi (tindakan bedah dan atau menggunakan bahan kimia yang bertujuan untuk menghilangkan fungsi testis pada jantan atau fungsi ovarium pada betina). Casodex bekerja dengan menghalangi aksi hormon testoteron di prostat dan juga memperlambat pertumbuhan tumor. Casodex tidak boleh digunakan pada wanita atau anak-anak.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Terapi Hormon Kanker
  • Kandungan: Bicalutamide 50 mg; Bicalutamide 150 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 14 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Astra Zeneca.

Kegunaan

Casodex 50 mg digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut yang di kombinasikan dengan terapi analog LHRH atau bedah kastrasi (pengebirian). Casodex 150 mg digunakan sebagai terapi tunggal atau terapi tambahan untuk prostatektomi radikal (prosedur pembedahan) atau radioterapi, manajemen terapi kanker prostat non-metastatik dengan penyebaran lokal di mana tidak dapat di lakukan bedah kastrasi (pengebirian).

Dosis & Cara Penggunaan

Casodex termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

Aturan penggunaan pada Pria dewasa termasuk lansia: 

  • Tablet 50 mg: 1 tablet diminum 1 kali sehari. Mulai perawatan minimal 3 hari sebelum memulai pengobatan dengan analog LHRH atau bersamaan dengan pengebirian bedah.
  • Tablet 150 mg: 1 tablet diminum 1 kali sehari diminum terus menerus selama setidaknya 2 tahun atau sampai perkembangan penyakit.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Casodex, antara lain:
- Anemia
- Gynaecomastia (pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria)
- Nyeri payudara
- Nafsu makan menurun
- Penurunan libido
- Depres
- Pencernaan yang terganggu
- Perut kembung
- Kulit kering
- Pruritus (gatal)
- Ruam
- Sakit dada
- Peningkatan berat.
- Pusing
- Sembelit
- Mual
- Gagal jantung.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Casodex pada pasien:

  • Diketahui hipersensitif.
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan terfenadine, astemizole atau cisapride.  
  • Tidak boleh diberikan pada wanita, wanita hamil dan menyusui, anak-anak.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan AUC jika diberikan bersamaan dengan siklosporin dan penghambat saluran Ca.
  • Meningkatkan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan simetidin dan ketokonazol.
  • Meningkatkan efek warfarin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Casodex ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.