Pengertian

Cefarox merupakan obat yang mengandung Cefixime. Cefarox termasuk golongan antibiotik untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Cefarox bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Cefarox digunakan untuk meredakan radang tenggorokan dan tonsilitis (amandel), pneumonia (radang paru-paru), bronkitis kronis (radang bronkus), sinusitis (inflamasi atau peradangan pada dinding sinus), otitis media (infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah), gonore (kencing nanah), Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan demam tifoid pada anak-anak. Cefarox hanya digunakan untuk infeksi bakteri, sehingga penggunaan nya pada infeksi virus tidak dapat digunakan. Penyalahgunaan Cefarox yang tidak tepat dosis dapat menyebabkan resistensi (kebal) terhadap bakteri dan penurunan efektifitas kerja Cefarox.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Cefixime 100 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmasi: PT Gracia Pharmindo.

Kegunaan

Cefarox dapat digunakan: 
1. Radang tenggorokan.
2. Radang amandel.
3. Pneumonia.
4. Bronkitis kronis.
5. Sinusitis.
6. Ootitis media.
7. Kencing nanah.
8. Infeksi Saluran Kemih (ISK).
9. Demam tifoid.

Dosis & Cara Penggunaan

Cefarox termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dewasa dan anak dengan berat lebih dari sama dengan 30 kg adalah 100 mg yang diminum sebanyak 1-2 kali sehari, kemudian dapat ditingkatkan menjadi 200 mg 2 kali sehari pada infeksi berat.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cefarox, antara lain:
- Syok, reaksi hipersensitivitas (reaksi alergi berlebih).
- Kekurangan Vitamin K atau Vitamin B.
- Kelainan fungsi ginjal.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap Cefixime dan obat golongan Sefalosporin lainnya.

Interaksi Obat
1. Peningkatan waktu protrombin (dengan atau tanpa pendarahan) dengan antikoagulan (misalnya Warfarin).
2. Peningkatan konsentrasi carbamazepine plasma dengan penggunaan bersamaan.
3. Peningkatan bioavailabilitas dengan Nifedipine.
4. Konsentrasi serum meningkat dengan Probenesid.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cefarox ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).