Pengertian

Cefazol adalah obat yang memiliki kandungan aktif Cefazolin. Cefazol merupakan antibiotik yang memiliki cara kerja sebagai bakterisidal (membunuh bakteri secara langsung). Cefazol digunakan untuk membantu mengobati infeksi saluran napas bawah, septikemia (suatu kondisi di mana seseorang mengalami keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah), infeksi kulit dan jaringan lunak, osteomielitis (infeksi tulang yang disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh lewat luka atau penyebaran infeksi lewat darah), arthritis (peradangan sendi), infeksi ginekologi (reproduksi wanita), infeksi saluran kemih, infeksi saluran bilier (penyakit saluran empedu yang hanya menyerang bayi).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin.
  • Kandungan: Cefazolin 1 gram.
  • Bentuk: Vial.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 1 gram.
  • Farmasi: Dankos Farma

Kegunaan

Sebagai Antibiotik untuk mengobati infeksi saluran napas bawah, septikemia (keracunan darah), infeksi kulit dan jaringan lunak, osteomielitis (infeksi tulang), arthritis (peradangan sendi), infeksi ginekologi (reproduksi wanita), infeksi saluran kemih, infeksi saluran bilier (penyakit saluran empedu yang hanya menyerang bayi).

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa : 0,5 - 1 g sebanyak 2 - 3 kali sehari. Anak : 20 - 40 mg / kgBB / hari dalam 2 dosis terbagi sampai 100 mg / kgBB / hari dalam 3 dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi hipersenstivitas, perubahan nilai laboratorium, mual, muntah, diare.

Kontraindikasi
- Tidak boleh digunakan oleh pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas (reaksi berlebihan karena terlalu sensitifnya respon imun).

Interaksi Obat
- Probenesid (obat asam urat) karena dapat meningkatkan kadar dan toksisitas sefalosporin (antibiotik untuk membunuh bakteri dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri) dalam plasma

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cefazol ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Cefazol selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.