Pengertian

Cefazolin merupakan Sediaan Serbuk Injeksi yang diproduksi oleh Dexa Medica. Cefazolin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Cefazolin juga dapat digunakan sebelum dan selama operasi tertentu untuk membantu mencegah infeksi. Cefazolin dikenal sebagai antibiotik sefalosporin yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Sefalosporin.
  • Kandungan: Cefazolin 1 gram.
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 1 Gram.
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan

Cefazolin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Cefazoline, harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter:

  • Dewasa: Intravena/ Intramuskular Infeksi rentan Ringan: 0.25-0.5 g 8 jam. Sedang sampai parah: 0.5-1 g 6-8 jam. Parah, mengancam jiwa: 1-1.5 g 6 jam. Maksimal: 12 g / hari.
  • Infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi 1 g 12 jam. Maks: 12 g / hari.
  • Pneumonia 500 mg 12 jam sekali. Maks: 12 g / hari.
  • Profilaksis infeksi bedah 1 g diberikan 30-60 menit sebelum operasi, diikuti oleh 0.5-1 g selama operasi untuk prosedur panjang, kemudian 0.5-1 g 6-8 jam setelah operasi selama 24 jam atau hingga 5 hari. Semua dosis diberikan dengan injeksi Intramuskular dalam, injeksi intravena lambat selama 3-5 menit, atau infus Intravena intermiten atau kontinu. 

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cefazoline, yaitu:
1. Diare.
2. Gangguan Sistem Pencernaan: Muntah, mual, kram perut, anoreksia atau gangguan nafsu makan.
3. Gatal
4. Ruam kulit.
5. Sindrom Stevens-Johnson atau Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin.
6. Gangguan Darah; neutropenia, leukopenia, trombositopenia, trombositemia.
7. Penyakit kuning atau hepatitis.
8. Peningkatan kadar kreatinin.
9. Gagal ginjal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cefazoline pada pasien yang memiliki indikasi:
Alergi terhadap sefalorforin.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cefazolin:
1. Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vitamin K ( Warfarin).
2. Dapat mengurangi efek terapeutik vaksin Na picosulfate, BCG dan tipus.
3. Dapat mengurangi ikatan protein fosfenytoin dan fenitoin.
4. Probenecid dapat menurunkan sekresi tubulus ginjal cefazolin, menghasilkan peningkatan dan pemanjangan tingkat darah.
5. Dapat meningkatkan efek nefrotoksik aminoglikosida.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cefazoline ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).