Pengertian

Cefemet adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi abdominal, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, dan infeksi saluran kemih. Cefemet mengandung zat aktif Cefepime, antibiotik cephalosporin generasi keempat. Cefemet bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat 1 atau lebih penicillin-binding proteins (PBP) yang berakibat terhambatnya proses transpeptidasi tahap akhir pada sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dan mencegah pembentukan dinding sel, mengakibatkan kematian sel bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Cefepime 1 Gram.
  • Bentuk: Serbuk.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 1 gram.
  • Farmasi: PT Metiska Farma.

Kegunaan

Cefemet digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Cefemet digunakan berdasarkan resep Dokter. Aturan penggunaan Cefemet secara umum adalah:

Dewasa :
1. Infeksi ringan sampai sedang: 1-2 g per hari dalam 2 dosis terbagi.
2. Infeksi berat Hingga 4 g sehari dalam 2 dosis terbagi.
Obat diberikan secara injeksi intramuskular dalam atau infus intravena selama setidaknya 30 menit.

Anak :
1. Neonatus 30 mg per kg setiap 12 jam, Bisa ditingkatkan sampai 50 mg per kg untuk infeksi Pseudomonas
2. Infeksi ringan sampai sedang diatas 30 hari : 100 mg per kg per hari dalam 2 dosis terbagi.
3. Infeksi berat : Hingga 150 mg per kg per hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi, Dosis total tidak boleh melebihi dosis dewasa yang direkomendasikan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cefemet, antara lain:
- Kebingungan.
- Diare.
- Sakit kepala.
- Demam.
- Kedinginan.
- Ngilu seluruh badan.
- Gejala flu umum.
- Alergi kulit parah.
- Radang tenggorokan.
- Pembengkakan pada wajah atau lidah.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap Cefepime dan Sefalosporin lainnya.

Interaksi Obat
- Peningkatan potensi nefrotoksisitas (efek racun terhadap ginjal) dan ototoksisitas (gangguan pada fungsi pendengaran dan keseimbangan akibat dari paparan obat atau bahan kimia yang merusak telinga bagian dalam) aminoglikosida.
- Peningkatan risiko nefrotoksisitas dengan diuretik poten (misal. Furosemide).

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cefemet ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).