Pengertian

Cefim merupakan antibiotik yang mengandung Ceftizoxime, digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi saluran kemih, infeksi intraabdominal, infeksi kulit dan jaringan, infeksi tulang dan sendi, septikemia dan meningitis. Cefim adalah antibiotik golongan Sefalosporin yang bekerja dengan cara menghambat biosintesis dinding sel bakteri sehingga mengakibatkan kematian sel bakteri. Penyalahgunaan Cefim bisa mengakibatkan resistensi bakteri (keadaan di mana bakteri tidak dapat lagi dibunuh dengan antibiotik).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Ceftizoxime 1 gram
  • Bentuk: Vial
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 1 Gram.
  • Farmasi : Lapi.

Kegunaan

Cefim digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi saluran kemih, infeksi intraabdominal, infeksi kulit dan jaringan, infeksi tulang dan sendi, septikemia dan meningitis.

Dosis & Cara Penggunaan

Cefim digunakan berdasarkan resep Dokter. Secara umum, aturan penggunaan Cefim adalah:

  1. Dewasa, secara intra vena atau intra muskular: 0.5-2 gram per hari terbagi dalam 2-4 dosis. Pada infeksi yang berat atau berdasarkan umur dan keadaan dari pasien, dosis dapat ditingkatkan menjadi 4 gram per hari.
  2. Anak ≥ 6 bulan, secara intravena atau intramuskular: 40-80 mg/kg bb per hari terbagi dalam 2-4 dosis. Pada infeksi yang berat dosis dapat ditingkatkan menjadi 120 mg/kg bb per hari, dosis total tidak boleh melebihi dosis untuk orang dewasa.
  3. Dosis pada orang dewasa dengan gangguan fungsi ginjal:
    • Gangguan fungsi ginjal ringan dengan bersihan kreatinin 79-50 mL/menit, infeksi yang tidak terlalu berat 500 mg 3 kali sehari, infeksi yang mengancam jiwa 0.75-1.5 gram 3 kali sehari.
    • Gangguan fungsi ginjal sedang sampai berat dengan bersihan kreatinin 49-5 mL/menit, infeksi yang tidak terlalu berat 250-500 mg 2 kali sehari, infeksi yang mengancam jiwa 0.5-1 gram 2 kali sehari.
    • Pasien dialisa dengan bersihan kreatinin 4-0 mL/menit, infeksi yang tidak terlalu berat 500 mg tiap 2 hari atau 250 mg 1 kali sehari, infeksi yang mengancam jiwa 0.5-1 gram tiap 2 hari atau 0.5 gram 1 kali hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cefim adalah:
- Syok.
- Reaksi hipersensitivitas.
- Gangguan pencernaan.
- Defisiensi vitamin.
- Sakit kepala.
- Granulositopenia (jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi) eosinofilia.

Kontraindikasi:
Riwayat syok dan hipersensitif terhadap anestesi lokal tipe lidokain dan anilida.

Interaksi obat:
- Dapat terjadi nefrotoksisitas apabila sefalosporin diberikan bersama dengan antibiotik aminoglikosida.
- Probenecid.
- Diuretik poten.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cefim ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).