Pengertian

Cefixime adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi yang dapat ditangain oleh Cefixime antara lain Otitis media (infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, yaitu ruang di belakang gendang telinga yang memiliki tiga tulang kecil dengan fungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam) , faringitis (suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorokan atau hulu kerongkongan), tonsilitis (kondisi di mana amandel mengalami peradangan atau inflamasi), bronkitis akut dan bronkitis kronik, infeksi saluran kemih tanpa komplikasi dan demam tifoid anak yg resisten terapi standar.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin.
  • Kandungan: Cefixime 100 mg/5 mL.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 30 mL.
  • Farmasi: Hexpharm Jaya.

Kegunaan

Cefixime merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati Otitis media (Infeksi telinga), faringitis (radang tenggorokan), tonsilitis (peradangan amandel), bronkitis akut dan bronkitis kronik, infeksi saluran kemih tanpa komplikasi dan demam tifoid anak yg resisten terapi standar.

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa dan anak > 30 kg: 2 x 50-100 mg s/d 2 x 200 mg.
Anak: 1,5-3 mg/kg s/d 6 mg/kg, 2 kali sehari.
Demam tifoid anak: 10-15 mg/kg/hari, dibagi 2 dosis selama 2 minggu.
GO: 400 mg, dosis tunggal.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi gangguan saluran cerna: diare/perubahan feses, mual, muntah, nyeri abdomen, dispepsia (nyeri pada perut bagian atas yang menetap atau berulang), hipersensitif, sakit kepala, dan pusing.

Kontraindikasi
Cefixime tidak dapat digunakan oleh pasien yang memiliki riwayat hipersensitif atau syok karena cefixime.

Interaksi Obat
- Dapat memperpanjang waktu pembekuan darah jika dikonsumsi bersama antikoagulan.
- Dapat meningkatkan kadar Cefixime dalam darah jika digunakan bersama probenecid.
- Dapat meningkatkan kadar obat di dalam darah jika digunakan bersama carbamazepine.
- Dapat meningkatkan kadar cefixime yang diserap jika digunakan bersama nifedipine
- Dapat mengganggu kinerja vaksin tifus (typhoid) jika digunakan bersama vaksin tersebut

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cefixime ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Cefixime selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.