Pengertian

Ceforim adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi abdominal, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, dan infeksi saluran kemih. Ceforim mengandung zat aktif Cefepime, antibiotik cephalosporin generasi keempat yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin
  • Kandungan: Cefepime HCI monohydrate 1 gram
  • Bentuk: Vial
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 1 Gram
  • Farmasi: Sanbe Farma

Kegunaan

Berikut kegunaan Ceforim :
- Dewasa ≥16 tahun: Infeksi saluran napas bawah, Infeksi Saluran Kemih atas dan bawah yang terkomplikasi, ineksi kulit dan struktur kulit, infeksi ginekologi berat atau terkomplikasi, septikemia, neutropenia bfebril.
- Anak 2 bulan-16 tahun. Terapi empirik untuk neutropenia febril, pneumonia berat.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Ceforim harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Ceforim 1 gram Injeksi secara umum adalah:
- Infeksi saluran kemih ringan sampai dengan sedang: 500mg - 1 g intravena/intramuskular tiap 12 jam.
- Infeksi ringan sampai dengan sedang selain infeksi saluran kemih: 1 gram intravena/intramuskular tiap 12 jam.
- Infeksi berat: 2 gram intravena tiap 12 jam.
- Infeksi yang sangat berat atau mengancam jiwa: 2 gram intravena  tiap 8 jam.
- Anak ≤ 40 kg: 50 mg/kg BB tiap 12 jam.
- Neutropenia febril: 50 mg/kg BB tiap 8 jam.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Ceforim, antara lain:
- Reaksi hipersensitivitas.
- Anafilaksis dan kejang.
- Gangguan gastrointestinal.
- Nyeri perut.
- Konstipasi.
- Dispnea.
- Pusing.
- Mual, muntah.
- Diare.
- Sakit kepala.
- Demam.
- Sindro Stevens-Johnson.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap sefalosporin, penisilin atau antibiotik β-laktam lainnya.

Interaksi Obat:
Aminoglikosida, ampisilin, metronidazol, vankomisin, aminofilin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ceforim ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).