Pengertian

Ceftamax adalah salah satu jenis obat yang biasa digunakan untuk membantu mengatasi dan menyembuhkan infeksi pada tubuh. Ceftamax diproduksi oleh Simex ini berbentuk injeksi atau suntikan yang langsung diberikan kepada penggunanya. Ceftazidime yang terkandung dalam Ceftamax bekerja dengan menghambat sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dan menahan rakitan dinding sel yang mengakibatkan kematian sel bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Ceftazidime 1 gram.
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: vial.
  • Kemasan: Vial @ 1 gram.
  • Farmasi: Simex.

Kegunaan

Ceftamax digunakan untuk septikemia, bakteremia, peritonitis, meningitis, luka bakar terinfeksi, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernafasan bagian bawah, kulit dan jaringan lunak, abdomen dan bilier, tulang dan sendi, infeksi pada kasus hemodialisis, dialisis peritoneal.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Ceftamax harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan obat ini yaitu:

  • Dewasa, dosis lazim: 1-6 g per hari intravena atau intramuskuler.
  • Infeksi saluran kemih dan infeksi lain: 500 mg-1 gram setiap 12 jam.
  • Infeksi pada umumnya: 1 gram setiap 8 jam atau 2 gram setiap 12 jam.
  • Infeksi berat terutama pada pasien immunocompromised termasuk neutropenia: 2 gram setiap 8 jam atau setiap 12 jam.
  • Kista fibrosis 100-150 mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi.
  • Bayi dan anak diatas 3 bulan30-100 mg per kg per hari dalam 2-3 dosis terbagi.¬†Maksimal 6 gram per hari dalam 3 dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Ceftamax adalah:

  • Merasa mual dan muntah.
  • Mengalami ruam merah pada kulit.
  • Sakit kepala.
  • Urtikaria atau biduran,
  • Diare.
  • Pusing.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap kandungan obat.

Interaksi Obat
Aminoglikosida dan vancomycin

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ceftamax ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).