Pengertian

Ceftazidime adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati septikaemia (suatu kondisi di mana seseorang mengalami keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah), bakteriemia (kondisi ketika terdapat bakteri dalam aliran darah,bakteremia yang sampai mengakibatkan infeksi, rentan dialami orang dengan sistem imunitas tubuh yang lemah), meningitis (peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang), pneumonia (paru-paru basah), bronchopneumonia (infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur), pleuritis (radang pada pleura, yaitu lapisan tipis yang membungkus paru-paru), empyema (kondisi ketika kumpulan nanah terbentuk di ruang pleura, yaitu area yang terletak di antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada). 

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin
  • Kandungan: Ceftazidime 1 gram
  • Bentuk: Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial 1 gram
  • Farmasi: Hexpharm; Mahakam Beta Farma; Bermofarm; Kimia Farma; Phapros; Dexa Medica; Lapi; Novell; Otto; Meprofarm; Natura Laboratoria Prima; Darya Varia Laboratoria; Yarindo Laboratoria; Indofarma; Phapros.

Kegunaan

Ceftazidime adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati septikaemia, bakteriemia, meningitis, pneumonia , bronchopneumonia.

Dosis & Cara Penggunaan

Ceftazidime termasuk dalam golongan obat keras, dosis dan pembelian harus berdasarkan resep Dokter. Penggunaan Ceftazidime injeksi dilakukan oleh tenaga medis. Aturan penggunaan Ceftazidime:

  • Dewasa: Dosis Ceftazidime yang digunakan untuk orang dewasa adalah 1-6 gram per hari, dapat diberikan dosis masing-masing 500 mg, 1 g atau 2 g setiap 12 atau 8 jam.
  • Bayi dan anak: Dosis lazim untuk anak-anak yang berusia lebih dari 2 bulan adalah 30-100 mg/kg/hari, diberikan sebagai dosis terbagi (2-3 kali). Dosis hingga 150 mg/kg/hari (maksimum 6 g sehari) dalam 3 dosis terbagi dapat diberikan pada anak-anak yang menderita fibrocystic, infected immunocompromised dan meningitis.
  • Neonatus dan bayi di bawah 2 bulan: Dosis 25-60 mg/kg/hari diberikan dosis sebagai dosis terbagi 2 kali sehari, telah terbukti efektif. Waktu paruh Ceftazidime pada neonatus dapat 3-4 kali lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa. Atau sesuai petunjuk Dokter.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi:

  • Flebitis atau tromboflebitis (radang pembuluh darah vena).
  • Nyeri atau inflamasi di tempat suntik.
  • Demam, pruritus (gatal di seluruh tubuh), angioedema (pembengkakan di bawah kulit), anafilaksis (reaksi alergi berat).
  • Gastrointestinal (pendarahan di saluran cerna): diare, mual, muntah, nyeri abdomen, kolitis (radang kronis pada usus)

Kontraindikasi:
Tidak dapat digunakan untuk orang yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap antibiotik cephalosporin.

Interaksi Obat:
Dapat mengakibatkan inaktivasi jika digunakan bersama dengan aminoglikosida (antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri aerob gram-negatif.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ceftazidime ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).