Pengertian

Ceftazidime adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati septikaemia (suatu kondisi di mana seseorang mengalami keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah), bakteriemia (kondisi ketika terdapat bakteri dalam aliran darah,bakteremia yang sampai mengakibatkan infeksi, rentan dialami orang dengan sistem imunitas tubuh yang lemah), meningitis (peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang), pneumonia (paru-paru basah), bronchopneumonia (infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur), pleuritis (radang pada pleura, yaitu lapisan tipis yang membungkus paru-paru), empyema (kondisi ketika kumpulan nanah terbentuk di ruang pleura, yaitu area yang terletak di antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada). Hati-hati Penggunaan dosis tinggi harus pada penderita yang mendapat pengobatan bersama-sama dengan obat-obatan nephtotoxic

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin.
  • Kandungan: Ceftazidime 1 gram.
  • Bentuk: Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 1 gram.
  • Farmasi: Hexpharm Jaya.

Kegunaan

Ceftazidime adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati septikaemia (keracunan darah), bakteriemia (terdapat bakteri dalam aliran darah), meningitis (radang selaput otak), pneumonia (paru-paru basah), bronchopneumonia (infeksi paru-paru).

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa : 1- 6 gram/hari, dalam 2 – 3 dosis terbagi.
Bayi > 2 bulan dan anak-anak : 30 – 100 mg/kg bb. /hari, dalam 2 – 3 dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi:
- Flebitis atau tromboflebitis (radang pembuluh darah vena), nyeri atau inflamasi di tempat suntik.
- Hipersensitivitas: erupsi kulit, demam, pruritus (gatal di seluruh tubuh), angioedema (pembengkakan di bawah kulit), anafilaksis (reaksi alergi berat).
- Gastrointestinal (pendarahan di saluran cerna) : diare, mual, muntah, nyeri abdomen, kolitis (radang kronis pada usus)

Kontraindikasi
Tidak dapat digunakan untuk orang yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap antibiotik cephalosporin.

Interaksi Obat
Dapat mengakibatkan inaktivasi jika digunakan bersama dengan aminoglikosida (antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri aerob gram-negatif.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Ceftazidime ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Ceftazidime selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.