Pengertian

Ceftien termasuk golongan obat keras yang mengandung zat aktif Ceftizoxime. Ceftizoxime adalah obat dengan fungsi untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini tergolong antibiotik yang termasuk dalam kelas cephalosporin. Ceftien bekerja dengan cara mematikan bakteri dalam tubuh.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Ceftizoxime 1 Gram.
  • Bentuk: Serbuk.
  • Satuan Penjualan: vial.
  • Kemasan: Box isi 1 Vial 1 gram + 1 Ampul Pelarut @ 10 ml
  • Farmasi: Pyridam Farma.

Kegunaan

Ceftien digunakan untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa : 0.5-2 gram perhari secara intravena atau intramuskular terbagi dalam 2-4 dosis. Infeksi berat dan sulit, dosis dapat ditambah hingga menjadi 4 gram perhari. Anak diatas 6 bulan : 40-80 mg per kg berat badan perhari terbagi dalam 2-4 dosis dan dapat ditingkatkan

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah syok, reaksi hipersensitif (hentikan pemakaian), gangguan saluran pencernaan, defisiensi vitamin, sakit kepala.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap kandungan obat.

Interaksi Obat
Dapat terjadi nefrotoksisitas apabila Ceftien diberikan bersama dengan antibiotik aminoglikosida.

Keamanan Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Ceftien ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Ceftien selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.