Pengertian

Cendo Albucetine adalah Tetes Mata yang mengandung Chloramphenicol dan Sulfacetamide, obat ini di Produksi Oleh Cendo. Chloramphenicol bekerja dengan menghambat pembentukan protein yang dibutuhkan oleh bakteri untuk membentuk dinding sel bakteri, sehingga menghambat pembentukan sel bakteri. Oleh karena mekanisme kerjanya ini, Chloramphenicol termasuk ke dalam golongan antibiotik bakterisidal (bekerja dengan membunuh bakteri).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiinfeksi Mata, Antiseptik.
  • Kandungan: Chloramphenicol 100 mg, Sulfacetamide 5 mg.
  • Bentuk: Tetes Mata.
  • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
  • Kemasan: Botol 5 mL dan 15 mL
  • Farmasi: Cendo.

Kegunaan

Cendo Albucetine digunakan mengatasi infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Cendo Albucetine adalah obat keras, pembelian obat ini harus disertai resep Dokter. Dosis yang lazim dalam pemberian Cendo Albucetine adalah:

  • Teteskan 1 tetes setiap 2 jam, perlambat interval setelah gejala membaik. lanjutkan pemberian hingga 48 jam setelah tidak dirasakan lagi gejala infeksi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cendo Albucetine, antara lain :
1. Gangguan pencernaan
2. Pendarahan
3. Radang syaraf mata
4. Gangguan penglihatan
5. Depresi
6. Pusing dan sakit kepala
7. Demam
8. Pembengkakan

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cendo Albucetine pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Wanita hamil dan menyusui.
2. Gagal ginjal dan hati.
3. Prolaksis.
4. Hipersenitif (alergi).
5. Depresi sumsum tulang.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cendo Albucetine:
1. Zat besi dan Vitamin B: efek menurun
2. Phenobarbitone dan Rifampin: menurunkan efek
3. Kontrasepsi oral: efek terhambat
4. Antikoagulan, Hipoglikemik, Fenitoin: efek meningkat
5. Obat yang menurunkan aktivitas sumsum tulang belakang

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Albucetine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.