Pengertian

Cendo Giflox adalah salah satu nama dagang dari Gatifloxacin. Gatifloxacin ini adalah sejenis antibiotik yaitu obat yang dapat menghambat infeksi bakteri. Cendo Giflox bekerja dengan menghambat kinerja enzim-enzim tertentu dalam bakteri yang diperlukan oleh bakteri untuk membelah diri (berkembang biak). Dengan begitu, bakteri tidak dapat bertambah banyak dan praktis menghentikan infeksi bakteri. Cendo Giflox dapat digunakan untuk melawan infeksi dari berbagai jenis bakteri (tidak terbatas hanya pada bakteri tertentu saja). Cendo Giflox sendiri didesain utnuk mengatasi infeksi oleh bakteri pada mata.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiinfeksi dan Antiseptik Mata.
  • Kandungan: Gatifloxacin 3 mg.
  • Bentuk: Tetes Mata
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip, 5 Botol PE @ 0.6 mL.
  • Farmasi: Cendo Pharmaceutical Industries

Kegunaan

Cendo Giflox digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada mata.

Dosis & Cara Penggunaan

Cendo Giflox termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • 1 minidose tiap 2-4 jam selama 2 hari pertama, kemudian 4 kali sehari selama maksimal 10 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Giflox, antara lain:
- Mual dan muntah
- Pusing dan sakit kepala
- Kulit kemerahan
- Gatal-gatal
- Iritasi
- Rasa haus berlebih
- Sensitif terhadap cahaya.


Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap Gatifloxacin dan antibiotik golongan Kuinolon lainnya.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cendo Giflox:
- Kuinidin
- Prokainamid
- Amiodarone
- Sotalol
- Antiaritmia
- Antasid yang mengandung Aluminium, Magnesium, atau Kalsium
- Aminoglikosida
- Kortikosteroid
- NSAID
- Teofilin

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Giflox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.