Pengertian

Glaucon mengandung Acetazolamide yang digunakan untuk mengobati glaukoma primer dan sekunder. Cendo Glaucon juga digunakan dengan obat lain untuk mengobati masalah mata tertentu seperti tekanan dalam bola mata. Cendo Glaucon bekerja dengan mengurangi jumlah cairan yang di mata. Penggunaan Glaucon bekerja kurang baik dari waktu ke waktu, sehingga biasanya Glaucon digunakan hanya untuk waktu yang singkat.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Diuretik
  • Kandungan: Acetazolamide 250 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Dus, 2 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Cendo Pharmaceutical Industries.

Kegunaan

Cendo Glaucon digunakan sebagai obat untuk glaukoma primer dan sekunder.

Dosis & Cara Penggunaan

Cendo Glaucon termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Mencegah dan meredakan gejala penyakit hipertensi
    Dewasa: 500-1000 mg per hari, yang dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi. Dianjurkan untuk diminum 1-2 hari sebelum pendakian. Jika diperlukan, dapat dilanjutkan selama 2 hari saat berada di dataran tinggi.
  • Epilepsi dan glaukoma
    Dewasa: 250-1000 mg per hari, yang dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi. Dapat diminum sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain.
    Anak di atas 12 tahun: 8-30 mg/kgBB, dalam dosis yang dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi. Dosis maksimal adalah 750 mg per hari.
  • Diuresis
    Dewasa: 230-375 mg, sekali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi Glaucon adalah:
1. Mengantuk
2. Kebingungan
3. Anoreksia (Ketakutan gemuk)
4. Kejang
5. Kesemutan
6. Sensitif terhadap sinar matahari
7. Lemas
8. Kelumpuhan

Kontraindikasi:
Hindari pemberian pada pasien hipokalemia (Kadar kalium rendah), hiponatremia (Kadar natrium rendah), asidosis (kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi), gangguan hati, gangguan ginjal, sirosis (kerusakan organ hati), penyakit paru obstruktif kronis, emfisema (kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru), dan diabetes.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan kadar phenytoin dalam darah dan risiko osteomalacia.
  • Berpotensi meningkatkan efek samping obat antifolat, seperti pyrimethamine.
  • Dapat mengurangi efektivitas lithium.
  • Meningkatkan risiko batu ginjal, jika dikonsumsi dengan natrium bikarbonat.
  • Meningkatkan kadar obat ciclosporin dalam darah.
  • Meningkatkan risiko anoreksia, asidosis, koma, atau kematian, jika dikonsumsi dengan aspirin dosis tinggi.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Glaucon ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.