Pengertian

Cendo Noncort merupakan Sediaan Tetes Mata yang mengandung Diclofenac Sodium, obat ini diproduksi oleh Cendo. Cendo Noncort atau Diclofenac Sodium Obat ini digunakan untuk mengobati pembengkakan (radang) mata setelah operasi katarak. Obat ini juga digunakan setelah jenis lain dari operasi mata (bedah refraktif kornea) untuk meringankan rasa sakit dan sensitivitas mata terhadap cahaya. Diklofenak termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS).

Cendo Noncort juga tersedia Sediaan Tetes Mata yang mengandung zat aktif Betamethasone Sodium. Obat ini diindikasikan sebagai obat alergi dan inflamasi atau peradanan pada mata. Cendo Noncort atau Betametason adalah kortikosteroid dengan aktivitas glukokortikoid. Obat ini menginduksi lipase inhibitor fosfolipase A2 (lipokortin) dan secara berurutan menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga menekan pembentukan, pelepasan, dan aktivitas prostaglandin, leukotrien, dan mediator inflamasi lainnya.

Keterangan

  • Cendo Noncort¬†
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid / Kortikosteroid Telinga / Kortikosteroid Mata / Kortikosteroid Topikal.
    • Kandungan: Betamethasone Sodium Phospat 1 mg/ mL
    • Bentuk: Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
    • Kemasan: Botol Tetes 0.6 ml, dan 0.3 mL.
    • Farmasi: Cendo.
  • Cendo Noncort Minidose
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid / Kortikosteroid Telinga / Kortikosteroid Mata / Kortikosteroid Topikal.
    • Kandungan: Diclofenac Sodium 1 mg/ mL
    • Bentuk: Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
    • Kemasan: Botol Tetes 5 mL.
    • Farmasi: Cendo.

Kegunaan

Cendo Noncort digunakan untuk peradangan pasca operasi katarak, dan alergi pada mata.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Cendo Noncort, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Gangguan alergi dan inflamasi
    • Dewasa: Awalnya, 1-2 tetes ditanamkan ke mata yang terkena 2 jam, kurangi frekuensi setelah kondisinya terkendali.
    • Anak: Sama seperti dosis orang dewasa.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Noncort, yaitu:
1. Menyengat atau membakar mata selama 1 hingga 2 menit.
2. Penglihatan kabur sementara.
3. Mata berair juga dapat terjadi.
4. Ruam.
5. Kesulitan bernapas.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cendo Noncort pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Infeksi yang tidak diobati (sistemik dan topikal).
  2. Purpura trombositopenik idiopatik (IM).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cendo Noncort:

  1. Peningkatan konsentrasi plasma ketika digunakan dengan penghambat CYP3A4 (misal. Ritonavir, itraconazole), dan kontrasepsi oral.
  2. Penurunan efek terapeutik bila digunakan bersamaan dengan rifampisin, rifabutin, carbamazepine, fenobarbiton, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan efedrin.
  3. Dapat memusuhi efek agen hipoglikemik, antihipertensi, penghambat neuromuskuler (misal. Vecuronium), dan diuretik.
  4. Peningkatan risiko hipokalaemia dengan acetazolamide, loop / diuretik thiazide, karbenoksolon, teofilin, glikosida jantung.
  5. Peningkatan risiko tendon dengan penggunaan fluoroquinolon bersamaan.
  6. Dapat meningkatkan metabolisme quetiapine dan tretinoin.
  7. Peningkatan risiko perdarahan saluran cerna saat digunakan dengan Obat.
  8. Dapat meningkatkan kemanjuran antikoagulan kumarin.
  9. Dapat menghambat efek pertumbuhan dari somatropin.