Pengertian

Cendo Polynel mengandung Fluorometholone dengan kombinasi Neomycin. Cendo Polynel merupakan tetes mata untuk membantu meredakan alergi dan peradangan mata yang disebabkan oleh bakteri. Fluorometholone bekerja dengan cara menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan pembalikan permeabilitas kapiler yang meningkat, sehingga mengurangi peradangan. Sedangkan, Neomycin bekerja dengan cara mengganggu sintesis protein bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid Mata
  • Kandungan: Fluorometholone 1 mg, Neomycin 3.5 mg
  • Bentuk: Tetes Mata
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 0.6 mL; Botol 5 mL
  • Farmasi: Cendo Pharmaceutical Industries.

Kegunaan

Cendo Polynel diunakan untuk pengobatan alergi dan peradangan mata yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Cendo Polynel termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa: 3 tetes, 3-4 kali sehari. Hentikan jika tidak ada perbaikan klinis setelah 7 hari.
  • Anak: ≥ 3 tahun Sama dengan dosis orang dewasa.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Polynel, yaitu:
1. Sensasi seperti terbakar, rasa gatal, iritasi
2. Peningkatan tekanan intraokular
3. Infeksi mata sekunder
4. Jarang hiperkortikoidisme sistemik.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cendo Polynel pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Penyakit virus pada kornea dan konjungtiva.
  • Penggunaan Vaksin dan Varisela.
  • Infeksi mata mikobakteri, infeksi jamur okular, infeksi mata yang tidak diobati.
  • Hipersensitivitas atau alergi Fluorometholone dan Neomycin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Polynel ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.