Pengertian

Cendo Statrol sediaan tetes mata yang mengandung Neomycin sulphate, Polymixin B sulphate, Phenylephrine HCl. Cendo Statrol digunakan untuk membantu meredakan peradangan dan inflamasi pada mata yang disertai dengan infeksi bakteri. Polymyxin B dan Neomycin adalah kombinasi antibiotik yang berkerja denan cara membunuh bakteri dan mengganggu sintesis protein bakteri. sedangkan, Fenilefrin memiliki efek tidak langsung melepaskan norepinefrin dari lokasi penyimpanannya, sehingga melebakan pupil.

Keterangan

  1. Cendo Statrol Salep:
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiseptik Mata
    • Kandungan: Neomycin sulphate, polymixin B sulphate, phenylephrine HCl
    • Bentuk: Salep mata
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube 3.5 Gram
    • Farmasi: Cendo Pharmaceutical Industries
  2. Cendo Statrol Tetes Mata:
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiseptik Mata
    • Kandungan: Neomycin sulphate, polymixin B sulphate, phenylephrine HCl
    • Bentuk: Tetes mata
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 5 mL; Botol 15 mL
    • Farmasi: Cendo Pharmaceutical Industries.

Kegunaan

Cendo Statrol digunakan untuk membantu pengobatan peradangan pada mata yang disertai dengan infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Cendo Statrol termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

Dosis: 1-2 tetes ke mata yang sakit setiap 4 jam, selama 7-10 hari. Untuk kasus yang parah: 2 tetes setiap jam. Salep mata: oleskan tipis-tipis pada bagian yang terinfeksi atau sesuai anjuran Dokter.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Statrol, antara lain sensasi menyengat atau terbakar, peradangan dan iritasi lokal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cendo Statrol pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitif terhadap neomisin, polimiksin B, atau salah satu komponennya.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cendo Statrol:
Neomisin dan Polimiksin B: Peningkatan risiko depresi pernapasan dan apnea dengan agen penghambat neuromuskuler.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Statrol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.