Pengertian

Cendo Tonor adalah obat ini digunakan untuk mengobati tekanan tinggi di dalam mata karena glaukoma (kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan). Cendo Tonor juga dapat mengobati penyakit mata hipertensi okular (menurunkan tekanan tinggi di dalam mata dan membantu mencegah kebutaan). Betaxolol termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai beta blocker dan bekerja dengan mengurangi jumlah cairan yang ada di dalam mata. 

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiglaukoma, Beta Bloker.
  • Kandungan: Betaxolol 0.5%.
  • Bentuk: Tetes Mata.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 5 mL.
  • Farmasi: Cendo Pharmaceutical.

Kegunaan

Cendo Tonor digunakan untuk mengobati tekanan tinggi di dalam mata karena glaukoma (kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan).

Dosis & Cara Penggunaan

Cendo Tonor termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dewasa: 10 mg sekali sehari, dapat meningkat menjadi 20 mg / hari jika diperlukan.
  • Glaukoma: 0.25% atau 0.5%, 1 tetes.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Tonor, antara lain:
1. Pedih.
2. Rasa gatal.
3. Mata memerah. 

Kontraindikasi:
Obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien sindrom sinus, gagal jantung, asma bronkial, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan penyakit arteri perifer berat.

Interaksi Obat:
-Peningkatan risiko bradikardia (kondisi individu yang memiliki denyut jantung yang lambat) dengan digitalis glikosida.
-Dapat menyebabkan midriasis (pelebaran pupil) dengan epinefrin.
-Efek aditif potensial dengan penghambat saluran Ca oral, β-adrenergic blocker.
-Meningkatnya risiko pada pelumpuh otot perifer (tubocurarine).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Tonor ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.