Pengertian

Ceremax adalah obat yang memiliki kandungan Nimodipine sebagai zat aktifnya. Nimodipine bekerja dengan cara menyekat saluran kalsium, sehingga menghambat transfer ion kalsium ke dalam sel otot dan menghambat kontraksi otot polos vaskular. Nimodipine digunakan untuk membantu mengobati Profilaksis (mencegah) dan pengobatan defisit neurologik iskemik (gangguan saraf), karena vasospasme serebral (pembekuan darah) setelah perdarahan subarakhnoid (perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak). Tekanan darah harus dimonitor selama pemberian obat ini. Obat ini dapat menyebabkan hipotensi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vasodilator Periferal & Aktivator Serebral
  • Kandungan: Nimodipine 0.2 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Infus
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 50 mL
  • Farmasi: Dankos Farma.

Kegunaan

Ceremax digunakan untuk membantu mencegah defisit neurologik iskemik (gangguan saraf) karena vasospasme serebral (pembekuan darah) setelah perdarahan subarakhnoid (perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak).

Dosis & Cara Penggunaan

Ceremax merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Penggunaan ceremax injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  • Dosis Penggunaan: 1 mg nimodipine: 5 mL cairan infus Nimodipine/jam selama 4 hari untuk pencegahan dan minimal 5 hari untuk terapi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Ceremax, antara lain hipotensi (tekanan darah rendah).

Kontraindikasi:
Tidak dapat dikonsumsi oleh pasien yang menderita hipersensitivitas terhadap nimodipine.

Interaksi Obat:

  • Aspirin dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.
  • Atazanavir dapat menyebabkan efek nimodipine dalam darah.
  • Carbamazepine, carbamazepine dan phenytoin dapat menyebabkan tidak efektifnya kineja nimodipine.
  • Clonazepam dapat menyebabkan efek menurunkan tekanan darah.
  • Furosemide dapat menyebabkan rusaknya fungsi ginjal.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ceremax ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.