Pengertian

Cernevit adalah obat yang memiliki kandungan multivitamin. Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik di dalam tubuh. Cernevit digunakan sebagai multivitamin harian dengan dosis maintenance untuk dewasa dan anak di atas 11 tahun yang menerima nutrisi parenteral. Bisa juga diberikan pada kasus di mana pemberian terapi intravena diperlukan, seperti operasi, luka bakar luas, patah tulang dan trauma lain, penyakit infeksi berat dan koma yang memicu keadaan stres dengan peningkatan kebutuhan metabolik dan nutrisi jaringan berkurang.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Vitamin dan Mineral. Kandungan: Retinol 3500 IU, Cholecalciferol 220 IU, Tocopherol 11,2 IU, Ascorbic acid 125 mg, Nicotinamide 46 mg, Pantothenic acid 17,25 mg, Pyridoxine 4,53 mg, Riboflavin 4,14 mg, Thiamin 3,51 mg, Folic acid 414 mcg, D-biotin 69 mcg, Cyanocobalamine 6 mcg.
  • Bentuk: Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 750 mg.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Cernevit digunakan sebagai multivitamin harian dengan dosis maintenance untuk dewasa dan anak di atas 11 tahun yang menerima nutrisi parenteral.

Dosis & Cara Penggunaan

Cernevit termasuk ke dalam golongan Obat Keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dahulu dengan Dokter. Dosis penggunaan secara umum adalah:
Dewasa dan anak-anak di atas 11 tahun dapat diberikan 1 vial per hari. Mula-mula harus ditambahkan 5 mL aqua pro injeksi ke dalam vial dan dikocok perlahan untuk melarutkan lyophilised powder. Larutan ini kemudian dapat diberikan melalui bolus intravena secara perlahan (10 menit) atau dengan infus dalam pelarut isotonic saline atau larutan glukosa atau larutan campuran nutrisi parenteral.

Efek Samping

Reaksi alergi dapat terjadi setelah pemberian tiamin dan komponen B kompleks lain secara intravena (injeksi):
- Reaksi anafilaktoid (reaksi alergi berat) pada pemberian tiamin dosis besar IV. Akan tetapi risiko ini dapat diabaikan bila thiamin diberikan bersama dengan kelompok vitamin B yang lain.
- Kulit ruam, eritema (inflamasi akut yang terjadi pada kulit), gatal
- Sistem saraf pusat seperto sakit kepala, pusing, kekakuan otot, cemas
- Diplopia (gangguan penglihatan)
- Urtikaria (kelainan kulit akibat alergi)
- Edema periorbital (pembengkakan sekitar mata)
- Individu yang rentan terhadap nicotinamide dapat mengalami kemerahan, gatal atau rasa terbakar di kulit setelah pemberian infus.

Kontraindikasi
Tidak dapat digunakan oleh penderita hipervitaminosis (penumpukan vitamin yang berlebihan) dan hipersensitivitas.

Interaksi Obat
-

Kategori Kehamilan
-