Pengertian

Cervarix Injeksi adalah obat yang mempunyai kandungan Strain 16 dan 18 virus HPV. Cervarix diindikasikan pada wanita dari usia 9 hingga 25 tahun untuk pencegahan infeksi persisten, lesi serviks premaligna dan kanker serviks (squamous cellcarcinoma dan adenocarcinoma) yang disebabkan oleh oncogenic Human Papillomavirus (HPV) tipe 16, dan 18 .

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Vaksin, Antiserum dan Imunologis.
  • Kandungan: Strain 16 dan 18 virus HPV.
  • Bentuk: syringe.
  • Satuan Penjualan: Box.
  • Kemasan: Box @ 1 syringe.
  • Farmasi: Smith Kline Beecham Pharmaceutical Ind

Kegunaan

Cervarix digunakan untuk mencegah infeksi persisten, lesi serviks premaligna dan kanker serviks.

Dosis & Cara Penggunaan

Cervarix termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Umur 9 - 14 tahun: diberikan 2 dosis, masing-masing 0.5 mL. Dosis kedua diberikan antara 5-13 bulan setelah dosis pertama diberikan. Jika dosis kedua diberikan sebelum 5 bulan dari pemberian pertama, dosis ketiga harus diberikan.
  • Umur 15 tahun ke atas: diberikan 3 dosis, masing-masing 0.5 mL pada bulan ke 0, 1, dan 6. Dosis kedua dapat juga diberikan antara 1-2.5 bulan setelah dosis pertama diberikan dan dosis ketiga diberikan antara bulan ke 5-12 setelah dosis kedua.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cervarix, antara lain:
- Sakit kepala
- terjadi reaksi pada tempat suntikan
- nyeri
- kemerahan
- Nyeri Otot
- Gatal
- ruam
- Kulit melepuh
- Nyeri Sendi
- demam berkepanjangan.

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas.

Interaksi Obat
Respon memenuhi syarat mungkin tidak didapat terjadi jika obat ini diberikan bersama dengan imunosupresan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cervarix ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).