Pengertian

Paracetamol merupakan obat dengan banyak nama dagang (nama paten) salah satunya adalah Cetapain 10 mg/mL Infus yang digunakan untuk membantu mengobati nyeri dan sakit ringan hingga sedang. Selain itu obat ini juga digunakan untuk membantu menurunkan demam. Cetapain 10 mg/mL Infus bekerja dengan menghambat produksi zat tertentu dalam tubuh yang menjadi penyebab peradangan dan rasa sakit/nyeri yang disebut prostaglandin. Obat ini hanya membantu menurunkan demam dan menghilangkan nyeri/sakit dan tidak mengobati penyebab terjadinya sakit. Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas 37.5 derajat celsius. Cetapain 10 mg/mL Infus hanya digunakan untuk meredakan demam bila diatas 39 derajat celcius. Bila masih dibawah 39 derajat celcius, kompres terlebih dahulu dengan air hangat atau tempatkan kapas yang telah dibatasi oleh alkohol pada setiap lipatan tubuh seperti sikut, ketiak dan bagian bawah lutut. Bila demam tetap tidak turun setelah 3 hari berturut-turut segera konsultasikan ke Dokter.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 10 mg/mL.
  • Bentuk: Infus.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: 1 Botol @ 100 mL.
  • Farmasi: Darya-Varia.

Kegunaan

Cetapain digunakan untuk:
- Meredakan nyeri ringan hingga sedang
- Menurukan demam, dimana rute pemberian IV secara klinis dibenarkan karena adanya kebutuhan mendesak untuk mengatasi rasa nyeri atau hipertermia &/atau jika rute pemberian lainnya tidak mungkin atau tidak efektif untuk dilakukan.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Cetapain harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Cetapain adalah:
- Dewasa dan remaja dengan BB > 50 kg 1 gram secara infus IV selama 15 menit, diberikan hingga 4 x/hari. Dosis maksimal: 4 gram.
- Dewasa dan remaja dengan BB 33 kg 15 mg/kg BB secara infus IV selama 15 menit, diberikan hingga 4 x/hari. Dosis maksimal: 60 mg/kg BB. Minimal selang waktu (interval) antar pemberian dosis: 4 jam.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cetapain Tablet antara lain: trombositopenia (penurunan jumlah platelet dalam darah di bawah batas minimal), leukopenia (rendahnya jumlah total sel darah putih dibanding nilai normal), pansitopenia (keadaan berkurangnya jumlah sel dari semua jalur sel darah utama dari eritrosit, leukosit, dan trombosit), neutropenia (kondisi kelainan darah, gangguan granulosit, yang ditandai dengan kekurangan neutrofil, sejenis sel darah putih yang melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan jamur), agranulositosis (sel darah putih dapat berkurang akibat infeksi dari patogen). Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Cetapain Tablet dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas, gagal hati (kondisi ketika sebagian besar organ hati mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik) atau penyakit hati aktif.

Interaksi Obat
Interaksi obat Cetapain Tablet antara lain:
- Dapat mengurangi tingkat serum dengan antikonvulsan (misalnya fenitoin, barbiturat, carbamazepine).
- Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang.
- Dipercepat penyerapan dengan metoklopramid dan domperidone.
- Dapat meningkatkan kadar serum dengan probenesid.
- Dapat meningkatkan kadar serum kloramfenikol.
- Mungkin mengurangi penyerapan dengan kolestiramin.
- Dapat menyebabkan hipotermia (suatu kondisi darurat medis di mana tubuh tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun ) berat dengan fenotiazin.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cetapain Tablet ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: “Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).” Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Cetapain Tablet selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.