Pengertian

Cetapain merupakan sediaan obat dengan kandungan zat aktif Paracetamol yang digunakan untuk membantu mengobati nyeri dan sakit ringan hingga sedang. Selain itu, Cetapain juga digunakan untuk membantu menurunkan demam. Cetapain bekerja dengan menghambat produksi zat tertentu dalam tubuh yang menjadi penyebab peradangan dan rasa sakit atau nyeri yang disebut prostaglandin. 

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 10 mg/mL.
  • Bentuk: Infus.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: 1 Botol @ 100 mL.
  • Farmasi: Darya-Varia.

Kegunaan

Cetapain digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, serta menurukan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Cetapain termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dewasa dan remaja dengan BB > 50 kg 1 gram secara infus IV selama 15 menit, diberikan hingga 4 x/hari. Dosis maksimal: 4 gram.
  • Dewasa dan remaja dengan BB < 50 kg, anak > 33 kg 15 mg/kg BB secara infus IV selama 15 menit, diberikan hingga 4 x/hari. Dosis maksimal: 60 mg/kg BB. Minimal selang waktu (interval) antar pemberian dosis: 4 jam.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cetapain Tablet antara lain:

  • Nyeri ditempat injeksi
  • Trombositopenia (penurunan jumlah platelet dalam darah di bawah batas minimal), leukopenia (rendahnya jumlah total sel darah putih dibanding nilai normal).
  • Pansitopenia (keadaan berkurangnya jumlah sel dari semua jalur sel darah utama dari eritrosit, leukosit, dan trombosit),
  • Neutropenia (kondisi kelainan darah, gangguan granulosit, yang ditandai dengan kekurangan neutrofil, sejenis sel darah putih yang melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan jamur).
  • Agranulositosis (sel darah putih dapat berkurang akibat infeksi dari patogen).

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas, gagal hati (kondisi ketika sebagian besar organ hati mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik) atau penyakit hati aktif.

Interaksi Obat
Interaksi obat Cetapain antara lain:
- Dapat mengurangi tingkat serum dengan antikonvulsan (misalnya fenitoin, barbiturat, carbamazepine).
- Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang.
- Dipercepat penyerapan dengan metoklopramid dan domperidone.
- Dapat meningkatkan kadar serum dengan probenesid.
- Dapat meningkatkan kadar serum kloramfenikol.
- Mungkin mengurangi penyerapan dengan kolestiramin.
- Dapat menyebabkan hipotermia (suatu kondisi darurat medis di mana tubuh tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun ) berat dengan fenotiazin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cetapain ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).