Pengertian

Cetazum merupakan antibiotik golongan Cephalosporin generasi ketiga mengandung Ceftazidime. Antibiotik golongan ini berfungsi untuk mengobati bermacam-macam infeksi bakteri seperti infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi saluran kemih, meningitis, dan gonorrhea. Termasuk dalam kelas antibiotik yang disebut cephalosporins, bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Mekanisme kerja antibakteri dengan menghambat enzym yang bertanggung jawab terhadap sintesis dinding sel.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Ceftazidime 1 gram.
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial @ 1 Gram + 1 Ampul Pelarut @ 10 mL.
  • Farmasi: Landson.

Kegunaan

Cetazum digunakan untuk mengobati bermacam-macam infeksi bakteri seperti infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi saluran kemih, meningitis (radang otak), dan gonorrhea (kecing nanah).

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Cetazum harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan pada Cetazum sebagai berikut :

  • Dewasa: dosis Ceftazidime yang digunakan untuk orang dewasa adalah 1-6 gram per hari, dapat diberikan dosis masing-masing 500 mg, 1 gram atau 2 gram setiap 12 atau 8 jam.
  • Bayi dan anak: Dosis lazim untuk anak-anak yang berusia lebih dari 2 bulan adalah 30-100 mg/kg/hari, diberikan sebagai dosis terbagi (2-3 kali). Dosis hingga 150 mg/kg/hari (maksimum 6 gram sehari) dalam 3 dosis terbagi dapat diberikan pada anak-anak yang menderita fibrocystic, infected immunocompromised dan meningitis.
  • Neonatus dan bayi di bawah 2 bulan: Dosis 25-60 mg/kg/hari diberikan dosis sebagai dosis terbagi 2 kali sehari, telah terbukti efektif. Waktu paruh Ceftazidime pada neonatus dapat 3-4 kali lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa.
  • Cetazum diberikan secara intravena (IV, yaitu injeksi ke dalam pembuluh darah vena) atau intramuskular (IM, yaitu injeksi ke dalam otot tubuh).

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Cetatrex adalah:
1. Pusing.
2. Muntah, mual.
3. Kantuk.
4. Kejang.
5. Iritasi mukosa hidung.
6. Sesak.
7. Epistaksis (mimisan).

Kontraindikasi:
Hipersensitif (alergi) terhadap sefalosporin.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cetazum:
1. Aminoglokosida dapat meningkatkan nefrotoksisitas..
2. Vaksin tuberkulosis Bacille Calmette-Guerin (BCG), vaksin tifoid, dan Natrium picosulfat dapat mengurai efek terapi.
3. Warfarin dapat meningkatkan efe antikoagulan antagonis.
4. Probenesid dapat meningkatkan kadar serum.

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cetazum ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).