Pengertian

Cetrin merupakan antihistamin dengan efek sedatif yang rendah dan mempunyai sifat tambahan sebagai anti alergi. Cetirizine merupakan antagonis selektif reseptor H1. Efeknya terhadap reseptor lain dapat diabaikan sehingga cetirizine hampir bebas dari efek anti kolinergik dan anti serotonin. Cetirizine menghambat pelepasan histamin pada fase awal dari reaksi alergi, mengurangi migrasi dari sel inflamasi, dan merupakan mediator yang berhubungan dengan respon alergi yang terlambat

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin.
  • Kandungan: Cetirizine 10 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Hexpharm Jaya

Kegunaan

Cetrin digunakan untuk meredakan gejala rinitis alergi dan urtikaria pada dewasa dan anak usia 6 tahun ke atas

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa dan anak usia 6 tahun ke atas 1 tablet 1 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu sakit kepala, pusing, mengantuk, agitasi (gelisah), mulut kering, dan kelainan pencernaan

Kontraindikasi
Tidak dapat digunakan pada riwayat hipersensitif

Interaksi Obat
- Hydroxyzine dan levocetirizin untuk mencegah terjadinya overdosis, karena kedua obat tersebut memiliki fungsi yang hampir sama dengan cetirizine.
- Tidak dapat diminum bersama minuman beralkohol saat mengkonsumsi obat ini karena dapat menggandakan efek samping cetirizine.
- Tidak dapat digunakan cetirizine bersamaan dengan obat penenang karena dapat meningkatkan efek sedasi.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cetirizine ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Cetirizine selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.